DEMAK, Kaifanews – Sebanyak 17 peserta Lomba Penelitian Kabupaten Demak Tahun 2026 resmi memasuki tahap penilaian akhir melalui presentasi hasil penelitian. Kompetisi yang mengusung tema “Inisiasi Ekonomi Hijau untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan” ini menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi dan gagasan berbasis riset untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Demak tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Demak Eisti’anah di Ruang Pertemuan Bapperida, Selasa 28 Juli 2026.

Tahap penilaian melibatkan dewan juri dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, hingga akademisi dari Universitas Muria Kudus (UMK). Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang objektif sekaligus melahirkan rekomendasi riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Demak.

Beragam karya ilmiah yang dipresentasikan mengangkat isu-isu strategis terkait ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Topik penelitian yang diusung pun cukup beragam, mulai dari analisis peluang dan tantangan adopsi teknologi hijau pada UMKM sektor food and beverage (F&B) di era digitalisasi, inovasi deterjen biodegradable berbahan biosurfaktan daun waru dan eco enzyme limbah kulit jeruk pamelo, hingga transformasi ekosistem sirkular berbasis Water-Energy-Food Nexus sebagai upaya mitigasi kekeringan ekstrem di Kabupaten Demak.

Dalam sambutannya, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan bahwa lomba penelitian bukan sekadar kompetisi ilmiah, tetapi juga menjadi ruang bagi para peneliti untuk menghadirkan ide, inovasi, dan solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Menurutnya, Kabupaten Demak memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep ekonomi hijau di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM, pengelolaan sampah dan limbah, energi, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kami berharap hasil penelitian yang lahir dari lomba ini tidak berhenti sebatas konsep akademis, tetapi mampu menghasilkan solusi yang konkret, aplikatif, terukur, dan sesuai dengan karakteristik Kabupaten Demak,” ujar Eisti’anah.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Demak, Masbahatun Niamah, menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada lomba tahun ini cukup tinggi. Dari total 41 pendaftar, hanya 17 peserta yang berhasil lolos setelah melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi lapangan sehingga berhak melanjutkan ke tahap presentasi dan penilaian akhir.

Ia menambahkan, para pemenang akan mendapatkan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan. Juara I akan memperoleh Rp10 juta, juara II Rp9 juta, juara III Rp8 juta, Harapan I Rp7 juta, Harapan II Rp6 juta, dan Harapan III Rp5 juta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bapperida, Riyuniawan, menegaskan bahwa hasil penelitian para peserta diharapkan mampu menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih efektif dan berbasis data.

Kebijakan yang baik harus disusun berdasarkan hasil riset dan data yang akurat. Karena itu, kami terus mengembangkan lomba penelitian ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang kuat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Riyuniawan berharap seluruh hasil penelitian yang dipresentasikan tidak hanya menjadi dokumen ilmiah, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi yang implementatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Demak. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya riset, mendorong lahirnya inovasi, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Lomba Penelitian Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Demak menunjukkan komitmennya untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Dengan dukungan penelitian yang berkualitas, pembangunan diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan saat ini, tetapi juga menciptakan solusi berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Demak di masa mendatang. (*)