KUDUS, Kaifanews — Isu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat menjelang 1 April 2026 mulai berdampak pada meningkatnya aktivitas pembelian di sejumlah SPBU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Salah satunya terlihat di SPBU 44.593.01 Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, di mana dalam pantauan pada siang hari, antrean kendaraan tampak lebih panjang dibanding hari biasa.

 

Pengawas SPBU 44.593.01 Prambatan, Aris Budianto, mengatakan antrean kendaraan memang mengalami peningkatan sejak isu tersebut ramai diperbincangkan. Bahkan, menurutnya, panjang antrean pada siang hari terpantau mencapai sekitar 10 meter meski semua pompa dibuka.

 

“Memang ada peningkatan antrean, bahkan bisa dibilang melebihi kondisi saat Lebaran. Biasanya antrean ramai pagi dan sore, tapi sekarang siang hari juga terlihat ramai,” ujarnya pada Selasa 31 Maret 2026.

 

Meski demikian, Aris memastikan kondisi stok BBM di SPBU tersebut masih dalam keadaan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya juga membuka seluruh jalur pengisian BBM untuk mempercepat pelayanan kepada konsumen.

 

“Stok masih aman semua dan pompa kami buka semua supaya antrean bisa cepat terurai,” katanya.

 

Antrean kendaraan terlihat di SPBU 44.593.01 Prambatan, Kaliwungu, Kudus, menyusul beredarnya isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Terkait isu kenaikan harga BBM yang beredar, pihak SPBU mengaku masih menunggu keputusan resmi dari Pertamina maupun pemerintah. Namun, ia memastikan distribusi BBM di wilayah tersebut sejauh ini tidak mengalami kendala.

 

“Menanggapi isu kenaikan, kami masih menunggu informasi resmi. Tapi kami memastikan untuk saat ini stok tetap aman,” jelasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa kondisi di wilayah Kaliwungu masih tergolong kondusif karena pasokan BBM berjalan lancar. Menurutnya, antrean biasanya terjadi jika ada gangguan distribusi, namun hal tersebut tidak terjadi saat ini.

 

“Daerah sini aman-aman saja, biasanya kalau stok susah baru antrean panjang. Selama ini di sini aman,” paparnya.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang datang silih berganti untuk melakukan pengisian BBM. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, pelayanan di SPBU tetap berjalan normal.

 

Salah satu pengendara sepeda motor yang turut mengantre, Zahra Nabila, mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal setelah mendengar kabar adanya kemungkinan kenaikan harga.

 

“Saya dengar dari media sosial katanya BBM mau naik, jadi sekalian isi penuh saja. Daripada nanti benar naik,” katanya.

 

Ia berharap jika memang ada perubahan harga, informasi dapat disampaikan secara jelas agar masyarakat tidak bingung dan tidak perlu terburu-buru membeli BBM.

 

“Harapannya kalau memang ada kenaikan, informasinya jelas supaya masyarakat tidak panik. Namun kami tetap berharap agar harganya tidak naik karena akan mempengaruhi segi perekonomian masyarakat,” tandasnya. (*)