KUDUS, Kaifanews — Di tengah hiruk pikuk kawasan Simpang Tujuh Kudus, sebuah gerakan sosial sederhana terus bertahan dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Warung Sedekah yang berada di Jalan Ahmad Yani, sisi selatan Simpang Tujuh, konsisten membagikan ratusan porsi makanan gratis kepada fakir miskin dan dhuafa selama hampir tujuh tahun terakhir. Kamis sore 18 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberlangsungan kegiatan tersebut mendapat perhatian Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembagian makanan. Ia melihat Warung Sedekah sebagai contoh nyata semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian masyarakat.

Menurut Sam’ani, keberadaan Warung Sedekah menunjukkan bahwa aksi sosial tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar. Melalui kontribusi para donatur dan komunitas, bantuan sederhana justru mampu dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah kegiatan ini masih berjalan dengan lancar. Warung sedekah ini bukan milik saya, tetapi lahir dari kepedulian para donatur dan komunitas yang ingin berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dari Sebungkus Nasi untuk Dhuafa, Ribuan Orang Terbantu Selama Tujuh Tahun
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau kegiatan Warung Sedekah di Jalan Ahmad Yani, Kudus. Foto: Ihza Fajar Kaifanews

Setiap pelaksanaan kegiatan, ratusan warga datang untuk mendapatkan makanan secara cuma-cuma. Tak hanya membantu memenuhi kebutuhan makan harian, program tersebut juga menjadi ruang bertemunya semangat kebersamaan antara para relawan, donatur, dan masyarakat penerima manfaat.

Sam’ani mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Ia meyakini budaya berbagi akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.

“Kami ingin mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut bersedekah. Walaupun nilainya tidak besar, kalau dilakukan bersama-sama tentu manfaatnya akan sangat terasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga menepis anggapan bahwa kehadirannya dalam kegiatan sosial semata untuk membangun citra. Menurutnya, publikasi kegiatan sosial justru diperlukan agar semakin banyak masyarakat tergerak untuk membantu sesama.

“Kalau kegiatan ini dipublikasikan, harapannya bukan untuk pamer, tetapi agar bisa menginspirasi masyarakat untuk ikut peduli dan berbagi kepada sesama,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kudus terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus masjid hingga komunitas sosial, agar gerakan berbagi dapat berkembang lebih luas dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dari Sebungkus Nasi untuk Dhuafa, Ribuan Orang Terbantu Selama Tujuh Tahun
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau kegiatan Warung Sedekah di Jalan Ahmad Yani, Kudus. Foto: Ihza Fajar Kaifanews

Pada kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sekitar 400 porsi makanan yang terdiri dari nasi, sayur lodeh, telur, dan air mineral. Seluruh makanan dibagikan secara gratis dengan sasaran utama fakir miskin dan dhuafa.

Salah seorang penerima manfaat, Adi Bambang, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Warung Sedekah. Sebagai penarik becak yang penghasilannya tidak menentu, ia merasa program tersebut meringankan kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sangat membantu. Kadang penghasilan becak tidak menentu, jadi adanya makanan gratis seperti ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin banyak orang yang ikut membantu,” tandasnya. (*)