KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti memperbaiki akses jalan menuju Makam Islam Mekar Kusuma, Desa Pasuruhan Lor, Sabtu 23 Mei 2026.
Perbaikan dilakukan karena jalan tersebut kerap tergenang air saat hujan turun sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak berziarah maupun mengikuti prosesi pemakaman.
Dalam kegiatan itu, Sam’ani tampak turun langsung bersama warga melakukan perataan dan pembenahan akses jalan agar lebih nyaman dilalui masyarakat. Gotong royong tersebut juga melibatkan warga sekitar yang antusias membantu proses perbaikan.
Menurut Sam’ani, akses menuju area pemakaman perlu mendapat perhatian karena menjadi fasilitas penting bagi masyarakat. Ia berharap perbaikan tersebut dapat mempermudah warga saat melaksanakan aktivitas sosial maupun keagamaan.
“Kalau hujan sering tergenang dan becek sehingga mengganggu warga yang ziarah maupun pemakaman. Hari ini kita gotong royong bersama supaya aksesnya lebih baik dan nyaman dilalui,” ujar Sam’ani.

Selain kerja bakti perbaikan jalan, bupati juga memanfaatkan lahan pribadi di sekitar area makam untuk ditanami berbagai jenis tanaman produktif. Sejumlah sayuran seperti terong, kangkung, gambas, tomat, cabai, hingga jagung mulai ditanam sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan keluarga.
Tak hanya itu, di area tersebut juga dilakukan pemeliharaan unggas seperti ayam, angsa, dan burung dara yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan masyarakat.
Sam’ani mengatakan pemanfaatan lahan kosong menjadi langkah sederhana namun bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus membantu kebutuhan pangan keluarga.
“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar untuk ditanami tanaman yang bermanfaat. Kalau dikelola bersama, hasilnya bisa membantu kebutuhan rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” katanya.
Ia berharap gerakan sederhana tersebut dapat ditiru masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kudus agar semakin banyak lahan yang dimanfaatkan secara produktif.
“Yang penting mulai dulu dari lingkungan sekitar. Sedikit demi sedikit kalau dirawat bersama pasti hasilnya akan terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tandasnya. (*)









