KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus melaksanakan kegiatan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhima) di Masjid Darussalam, Desa Hadipolo, Selasa (24/2/2026) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah di tengah tantangan anggaran.

Dalam sambutannya, Sam’ani Intakoris menyoroti kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang turut berdampak pada Kabupaten Kudus. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dihadapi bersama dengan semangat efisiensi serta kerja kolektif seluruh perangkat daerah.

“Kebijakan pemangkasan TKD ini menjadi tantangan bersama. Karena itu seluruh perangkat daerah harus mampu melakukan penghematan anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan publik, melainkan mengoptimalkan penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran, efektif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dituntut semakin kreatif dan inovatif dalam menjalankan program pembangunan, terutama di tengah keterbatasan fiskal.

“Kita harus tetap bekerja maksimal. Pelayanan publik tidak boleh turun kualitasnya meskipun ada penyesuaian anggaran,” jelasnya.

Selain menjadi forum penyampaian kebijakan, Tarhima juga diisi kegiatan sosial keagamaan melalui pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Baznas Kabupaten Kudus. Bantuan senilai Rp10 juta diserahkan kepada takmir Masjid Darussalam sebagai dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemakmuran masjid.

Tak hanya itu, bantuan modal usaha juga diberikan kepada empat warga masing-masing sebesar Rp1 juta. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Baznas, kita ingin memastikan bantuan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan dan mampu memberikan dampak nyata,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun pemerintahan yang terbuka, responsif, dan dekat dengan warga.

“Masyarakat silakan menyampaikan laporan, masukan, maupun aspirasi secara langsung. Pemerintah harus hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat,” paparnya.