Kaifanews – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons kenaikan harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadan. Beragam langkah intervensi disiapkan, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga operasi pasar, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari hasil pantauan di lapangan, harga sebagian besar komoditas relatif stabil. Namun, terdapat kenaikan pada cabai rawit merah dan bawang merah yang berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

“Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026).

Ia mengakui, kenaikan harga memang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada komoditas cabai. Harga cabai di tingkat konsumen di Jawa Tengah rata-rata mencapai Rp80 ribu per kilogram.

“Juga ada peningkatan beberapa komoditas pangan di tingkat konsumen seperti daging ayam dan daging sapi. Sudah mulai naik tapi belum sampai batas HAP, jadi masih aman,” jelasnya.

Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu, Pemprov Jateng Siapkan 308 GPM dan Operasi Pasar
Seorang pedagang menunjukkan stok daging ayam di sebuah pasar tradisional. Foto Ihza Fajar/Kaifanews

Menurut Rini, lonjakan harga cabai dipengaruhi meningkatnya permintaan dari luar daerah, khususnya dari DKI Jakarta. Harga cabai di ibu kota bahkan menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram.

“Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” ujarnya.

Di sela-sela peninjauan pasar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan operasi pasar pada komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” kata Luthfi setelah mendengar keluhan pedagang.

Sebagai langkah konkret, Pemprov melalui penugasan kepada JTAB akan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram sebagai bentuk subsidi harga di tingkat konsumen.

“Kita melakukan penugasan melalui JTAB, dengan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau,” katanya.

Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu, Pemprov Jateng Siapkan 308 GPM dan Operasi Pasar
Seorang pedagang menunjukkan stok sembako di sebuah pasar tradisional. Foto Ihza Fajar/Kaifanews

Selain operasi pasar, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah juga akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota hingga Maret 2026. Program ini difokuskan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia menjelang dan selama Ramadan.

Pemprov Jateng memastikan, meski terjadi dinamika harga, kondisi stok pangan di wilayahnya dalam posisi surplus, khususnya beras. Namun peningkatan permintaan musiman menjelang hari besar keagamaan menjadi faktor yang terus diantisipasi agar tidak memicu lonjakan harga lebih tinggi.

“Melalui kombinasi GPM, operasi pasar, dan subsidi harga, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” tandasnya.