KUDUS, Kaifanews — Efisiensi biaya menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik. Perbandingan biaya operasional yang jauh lebih murah membuat motor listrik semakin dilirik warga.
Ritel Spesialis Yadea, Sasa saat ditemui di Kudus menyebutkan, penggunaan motor listrik mampu menekan pengeluaran harian secara signifikan.
“Kalau dibandingkan, bisa sampai 1 banding 10. Charge listrik itu paling cuma Rp5 ribu, sedangkan bensin jauh lebih mahal,” ujar Sasa.
Dengan biaya tersebut, pengguna dinilai bisa menghemat pengeluaran bulanan secara signifikan, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Tak hanya itu, biaya perawatan kendaraan listrik juga tergolong rendah.
“Untuk servis itu di bawah Rp100 ribu, bahkan banyak yang di bawah Rp50 ribu tergantung tipe,” jelasnya.
Keunggulan lain terletak pada pajak tahunan yang jauh lebih ringan dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
“Pajaknya sangat murah, sekitar Rp50 ribuan per tahun,” katanya.
Ia menambahkan, kemudahan penggunaan juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang baru pertama kali mencoba kendaraan listrik.
“Biasanya kita arahkan test ride dulu, biar mereka merasakan langsung,” paparnya.
Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat mulai terlihat, dari yang sebelumnya ragu kini mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai kebutuhan.
“Sekarang bukan cuma tren, tapi sudah jadi pilihan karena lebih hemat,” tandasnya. (*)








