KUDUS, Kaifanews — Persiku Kudus melakukan perubahan dalam jajaran kepelatihan di tengah hasil buruk pada awal kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Kahudi Wahyu Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala kini beralih tugas menjadi Direktur Teknik, sedangkan Bambang Pujo dipercaya sebagai caretaker.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi perubahan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Persiku Kudus Official. Sementara itu, Persiku Kudus News menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Kahudi Wahyu selama menangani tim berjuluk Macan Muria tersebut.

“Terima kasih atas dedikasi coach Kahudi Wahyu Widodo,” tulis Persiku Kudus News dalam unggahannya pada Jumat 9 Oktober 2026.

Perubahan posisi ini menjadi perhatian suporter karena Persiku masih berjuang memperbaiki performa pada awal musim. Tim kebanggaan masyarakat Kudus itu belum menunjukkan hasil yang memuaskan dalam empat pertandingan yang telah dijalani.

Berdasarkan data klasemen sementara, Persiku menempati posisi ke-10 dengan catatan tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Mereka belum meraih kemenangan, baru mencetak dua gol, serta sudah kebobolan 12 gol.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk membenahi permainan, terutama dalam memperkuat lini pertahanan dan meningkatkan produktivitas gol.

Bambang Pujo Ditunjuk sebagai Caretaker

Penunjukan Bambang Pujo sebagai caretaker menandai perubahan tanggung jawab dalam tim kepelatihan. Ia mendapat tugas memimpin Persiku untuk sementara waktu, sedangkan Kahudi Wahyu menjalankan peran sebagai Direktur Teknik.

Perubahan ini diharapkan dapat membantu Persiku mengevaluasi performa tim sekaligus mempersiapkan pertandingan berikutnya. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan mengingat Persiku harus segera memperbaiki posisi di klasemen.

Pergantian peran di jajaran kepelatihan tersebut juga memunculkan beragam tanggapan dari suporter di media sosial.

Akun semut_darat_k_kland menilai keputusan Kahudi untuk meninggalkan kursi pelatih kepala sebagai langkah yang tepat. Komentar itu turut menyinggung persoalan pembayaran gaji, meskipun belum ada informasi terverifikasi yang memastikan adanya masalah tersebut.

Sementara itu, akun saifulanamsaiful menuliskan komentar bernada dukungan kepada Bambang Pujo.

“Bersama Bambang lawan jadi bimbang,” tulis akun tersebut.

Tanggapan berbeda juga muncul dari sejumlah suporter. Sebagian menyampaikan keraguan apakah perubahan di jajaran kepelatihan akan berdampak terhadap performa tim. Ada pula yang menyoroti perubahan posisi pelatih di tengah situasi Persiku yang belum stabil.

Persiku Kalah WO 0-3 dari PSIS Semarang

Di tengah perubahan kepelatihan, Persiku Kudus juga menghadapi persoalan terkait pertandingan melawan PSIS Semarang dalam kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Berdasarkan informasi keputusan pertandingan yang beredar, laga Persiku Kudus melawan PSIS Semarang dinyatakan tidak terlaksana. Persiku kemudian dinyatakan kalah walkover (WO) dengan skor 0-3, sedangkan PSIS Semarang ditetapkan sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Keputusan tersebut juga menyebutkan bahwa iLeague akan melakukan penyesuaian klasemen. Selain itu, keputusan dinyatakan final dan mengikat serta berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Hasil WO tersebut menjadi tambahan persoalan bagi Persiku yang sedang berusaha memperbaiki posisinya di kompetisi. Dengan catatan performa yang belum memuaskan, tim perlu segera melakukan pembenahan agar tidak semakin tertinggal dari para pesaingnya.

Perubahan peran Kahudi Wahyu dan penunjukan Bambang Pujo kini menjadi perhatian publik sepak bola Kudus. Suporter tentu berharap langkah tersebut mampu membawa perubahan positif bagi Macan Muria pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. (*)