Kaifanews – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tengah mematangkan skema evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran menyusul eskalasi ketegangan di kawasan tersebut pada Selasa(3/3/2026). Jalur darat melalui perbatasan Azerbaijan menjadi opsi utama untuk membawa keluar ratusan WNI jika kondisi keamanan di Teheran kian memburuk.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa keselamatan warga negara adalah prioritas tertinggi pemerintah dalam menghadapi gejolak geopolitik global saat ini. Rencana evakuasi darat melalui Azerbaijan terpilih karena dianggap paling stabil dibandingkan jalur udara yang saat ini berisiko tinggi.
Pemerintah juga telah menyiapkan titik kumpul atau shelter darurat bagi WNI di beberapa kota besar di Iran. Logistik dan dukungan dokumen perjalanan kini tengah dipersiapkan agar proses perpindahan warga dapat berjalan lancar tanpa kendala administratif.
Sebanyak ratusan WNI yang terdiri dari mahasiswa, pekerja migran, hingga staf diplomatik kini terus dipantau secara berkala. KBRI Teheran secara rutin memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi keamanan melalui grup komunikasi daring bagi seluruh warga.
“Kami telah memetakan skema evakuasi darat melalui Azerbaijan sebagai jalur yang paling memungkinkan saat ini. Fokus kami adalah memastikan setiap warga negara dapat segera keluar dari wilayah konflik dengan aman dan terorganisir,” ujar Sugiono, Menteri Luar Negeri.
Saat ini, pihak kementerian mencatat terdapat lebih dari 400 WNI yang menetap di berbagai wilayah di Iran. Sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di Teheran dan kota-kota pusat pendidikan seperti Qom yang masih relatif kondusif.
Data WNI terus divalidasi oleh pihak KBRI guna mengantisipasi adanya warga yang belum terdaftar secara resmi. Masyarakat di Indonesia dihimbau untuk tetap tenang dan menunggu kabar resmi dari saluran komunikasi resmi pemerintah.
“Kami meminta seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari KBRI Teheran secara disiplin. Komunikasi dengan otoritas Azerbaijan terus kami bina agar proses lintas batas berjalan tanpa hambatan bagi warga kita,” tambah Sugiono.
Keluarga WNI di tanah air dapat menghubungi layanan hotline yang telah dibuka oleh Kementerian Luar Negeri selama 24 jam. Pemerintah berjanji akan memberikan perlindungan maksimal hingga seluruh proses evakuasi dan pemulangan ke Indonesia selesai dilakukan.
Hingga saat ini, status keamanan di beberapa wilayah Iran masih berada dalam tingkat pengawasan tinggi oleh otoritas internasional. Pemerintah Indonesia berharap ketegangan dapat segera mereda agar evakuasi skala besar tidak perlu dilaksanakan secara darurat.








