KUDUS, Kaifanews – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Kudus. Daerah ini berhasil meraih peringkat pertama Madrasah Aliyah (MA) tingkat kabupaten/kota se-Jawa Tengah, seiring tingginya jumlah siswa yang berhasil lolos ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kualitas pendidikan berbasis madrasah di Kudus terus menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter. Keberhasilan ini juga dinilai sebagai hasil sinergi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, orang tua, serta para siswa yang memiliki semangat belajar tinggi.
Berdasarkan data rekapitulasi hingga 16 April 2026, sebanyak 1.207 siswa madrasah di Kabupaten Kudus dinyatakan lolos ke berbagai jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jumlah tersebut terdiri dari 244 siswa melalui jalur SNBP, 963 siswa lewat SPAN-PTKIN, serta sisanya melalui jalur lain seperti SIPENMARU Poltekkes dan SNMPN.
MAN 2 Kudus menjadi salah satu penyumbang utama dalam capaian tersebut. Tercatat, sebanyak 72 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), menjadikannya sebagai jumlah terbanyak untuk satu madrasah di Kabupaten Kudus pada jalur tersebut. Sementara pada jalur SPAN-PTKIN, MAN 2 Kudus mengantarkan 18 siswanya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian bersama madrasah di Kudus, khususnya prestasi yang diraih para siswanya.
“Alhamdulillah, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, doa, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Raihan peringkat pertama se-Jawa Tengah ini menunjukkan bahwa madrasah di Kudus, terutama MAN 2 Kudus, memiliki daya saing akademik yang kuat di tingkat nasional,” ujar Ali Musyafak, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi wujud nyata dari semangat “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia” yang terus digaungkan oleh Kementerian Agama.
Peningkatan jumlah siswa MA yang diterima di PTN tidak lepas dari berbagai strategi pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari penguatan kurikulum, bimbingan belajar intensif, hingga pendampingan khusus bagi siswa yang mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi.
“Ini merupakan buah dari kerja keras bersama. Madrasah di Kudus terus berbenah, baik dalam kualitas pengajaran maupun fasilitas pendukung. Hasilnya, semakin banyak siswa yang mampu bersaing dan diterima di PTN favorit,” ujarnya.
Beberapa siswa dari Madrasah Aliyah di Kudus diketahui berhasil menembus kampus-kampus bergengsi melalui berbagai jalur seleksi, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Mereka diterima di berbagai program studi unggulan, mulai dari bidang sains, teknologi, hingga sosial humaniora.
Selain fokus pada pencapaian akademik, madrasah di Kudus juga dikenal kuat dalam pendidikan karakter dan nilai keagamaan. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri yang membuat lulusan MA tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Dengan raihan peringkat pertama Madrasah Aliyah se-Jawa Tengah ini, Kudus semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan yang unggul. Ke depan, prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga semakin banyak generasi muda Kudus yang mampu mengakses pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (*)








