KUDUS, Kaifanews — Suasana Ramadan di Kabupaten Kudus semakin terasa hangat dengan digelarnya kegiatan penyerahan bingkisan Lebaran yang dirangkai dengan pengajian bersama Hj. Nawal Nur Arafah Yasin di Masjid Agung Kudus, Rabu (18/3/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Ngaji Bareng Ning Nawal (Kitab Risalah Muawanah) tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat, pengurus Masjid Agung Kudus, serta para undangan dari berbagai kalangan. Turut hadir pula Bunda PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara Nujumullaily. Selanjutnya, Ketua Umum Masjid Agung Kudus, Noor Badi menyampaikan sambutan sekaligus mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosial keagamaan tersebut.

Dalam sambutannya, Noor Badi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Memasuki agenda utama, dilakukan penyerahan simbolis bingkisan Lebaran oleh Ning Nawal Taj Yasin bersama para tamu undangan kepada perwakilan penerima manfaat. Penyerahan tersebut kemudian dilanjutkan kepada para penerima lainnya yang telah hadir di lokasi acara.

Suasana penuh kehangatan terlihat saat para penerima bingkisan menerima bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Setelah penyerahan bingkisan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Achmad Latif, sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan bagi semua pihak.

Menjelang waktu berbuka puasa, Ning Nawal Taj Yasin kemudian menyampaikan tausiyah keagamaan yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Nawal mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah sekaligus berbagi kepada sesama, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Setelah pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pembagian takjil kepada para peserta sebelum berbuka puasa bersama. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Agung Kudus.

Ning Nawal berharap kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan sebagai upaya menebar manfaat kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat,” tandasnya. (*)