JEPARA, Kaifanews – Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Jepara yang secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, di Ruang Rapat Sosrokartono Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Rabu 17 Juni 2026. Rakor ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rakor tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, menyusun program kerja, serta memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam pelaksanaan PAUD Holistik Integratif.

Dalam kesempatan itu, Laila Saidah Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pada bulan lalu pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara terkait pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi peserta didik PAUD. Selain itu, kerja sama tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif melalui pemeriksaan kesehatan, peningkatan literasi, penguatan kemitraan dengan orang tua melalui program parenting, hingga kampanye gemar makan ikan.

“Semoga upaya ini dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan layanan PAUD yang bermutu dan merata bagi seluruh anak di Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Laila menjelaskan bahwa saat ini seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Karena itu, peran Bunda PAUD semakin penting sebagai motor penggerak yang memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan setara.

Ia juga menyoroti pentingnya pengisian data melalui aplikasi Pijar PAUD. Seluruh Bunda PAUD tingkat kecamatan diharapkan dapat mengisi data secara tertib, lengkap, dan akurat.

Menurutnya, Pijar PAUD tidak hanya menjadi alat pendataan, tetapi juga mencerminkan berbagai inovasi, capaian, serta dampak nyata program yang telah dirasakan masyarakat. Data tersebut juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian Apresiasi Bunda PAUD.

“Saya optimistis, melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Jepara mampu menghadirkan layanan PAUD yang semakin berkualitas, inklusif, serta memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi penerus,” pungkasnya. (*)