KUDUS, Kaifanews — Upaya memiliki keturunan tak lagi hanya bertumpu pada penanganan medis. Sejumlah pasangan suami istri kini mulai memadukan program hamil (promil) dokter dengan terapi alternatif sebagai ikhtiar tambahan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Salah satu praktisi terapi di Kudus, Al Mishbah, menawarkan pendekatan pendamping melalui metode totok, prana, hingga hipnoterapi. Ia menegaskan, terapi yang dilakukan bukan untuk menggantikan peran medis, melainkan sebagai pelengkap.
“Terapi ini sifatnya mendampingi, bukan menggantikan program dari dokter. Kami membantu dari sisi fisik dan mental,” ujarnya saat ditemui pada Senin 13 April 2026.
Metode totok yang diterapkan difokuskan pada area reproduksi, khususnya pada perempuan. Teknik ini bertujuan membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi potensi sumbatan pada saluran reproduksi, termasuk tuba falopi. Sementara pada laki-laki, teknik serupa diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas sperma.
Selain itu, Al Mishbah juga menggunakan metode prana, yakni teknik penyaluran energi positif ke tubuh, terutama pada area perut wanita. Pendekatan ini diyakini dapat membantu menciptakan kondisi tubuh yang lebih optimal untuk kehamilan.
Namun, menurutnya, faktor non-fisik justru kerap menjadi penentu yang tak disadari pasangan.
“Stres itu salah satu faktor besar yang sering menghambat. Karena itu kami selalu mengingatkan agar klien bisa menjaga pikiran tetap tenang,” jelasnya.
Ia menganjurkan pasangan untuk menjaga pola hidup sehat, mulai dari konsumsi makanan bergizi tinggi protein, rutin berolahraga, hingga memperbaiki kualitas istirahat.
Tak hanya itu, pendekatan hipnoterapi juga menjadi bagian dari metode yang digunakan. Teknik ini difokuskan pada penguatan mental dan pengelolaan emosi, terutama bagi pasangan yang mengalami tekanan psikologis selama menjalani promil.
“Hipnoterapi membantu mengelola kecemasan, trauma, atau tekanan batin yang kadang tidak disadari. Ketika mental lebih siap, ikhtiar yang dilakukan juga bisa lebih maksimal,” paparnya.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan fisik dan mental, terapi alternatif kini menjadi salah satu pilihan pendamping yang mulai banyak dipertimbangkan pasangan dalam menjalani promil.
Selain fokus pada pendampingan promil, Al Mishbah juga dikenal menangani berbagai keluhan kesehatan lain, mulai dari gangguan psikis seperti stres hingga beberapa keluhan fisik.
“Yang terpenting adalah ikhtiar maksimal, menjaga kesehatan, dan memperbanyak doa agar diberikan kemudahan,” tandasnya.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi, praktik terapi dibuka di kediamannya di Jalan Sudinoro KM 1, Dukuh Sukoharjo, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, setiap pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. (*)








