KUDUS, Kaifanews – Suasana sore di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus, berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah perempuan berusia lima tahun dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus anak sungai Perak pada Minggu (11/1/2026) sore. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai yang meluap akibat hujan deras.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban diketahui bernama Ismi Najiba Ulya (5), warga Dukuh Kayuapu Wetan RT 05 RW 05, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Musibah ini terjadi saat korban sedang bermain bersama kedua kakak kandungnya di tengah cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kudus sejak siang hari.

Kronologi: Terpeleset Saat Berboncengan Sepeda

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Ismi bersama kedua kakaknya, Arsyad Abdul Hakim (10) dan Afifah Ayu Mufida (8), sedang asyik bermain sepeda di area limpasan air hujan yang lokasinya berdekatan dengan bibir anak sungai Perak.

Berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa Karangbener, ketiga bersaudara ini melintasi area yang tergenang air limpasan. Posisi Arsyad berada paling belakang, sementara Afifah memboncengkan si bungsu Ismi di depan. Nahas, sekitar pukul 17.00 WIB, ban sepeda yang dikemudikan Afifah tergelincir akibat permukaan jalan yang licin dan arus air yang mulai kencang.

Keduanya terjatuh ke dalam aliran sungai dan terseret hingga sejauh 100 meter. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bereaksi cepat dan berhasil menarik Arsyad serta Afifah ke daratan. Namun, Ismi yang masih balita gagal diraih dan hilang ditelan arus sungai yang sangat deras.

Data Korban dan Kondisi Lapangan

Nama Korban Usia Status Terkini
Ismi Najiba Ulya 5 Tahun Dalam Pencarian (Hanyut)
Arsyad Abdul Hakim 10 Tahun Selamat (Sudah di Rumah)
Afifah Ayu Mufida 8 Tahun Selamat (Sudah di Rumah)
Lokasi Kejadian Anak Sungai Perak, Karangbener Arus Deras

Operasi SAR Gabungan Skala Besar

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari berbagai unsur langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian melibatkan personel dari BPBD Kudus, Basarnas Kansar Jepara, TNI-Polri, hingga relawan lintas organisasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus melalui petugas lapangan, Zaenal Arifin, menyatakan bahwa kendala utama dalam pencarian malam ini adalah jarak pandang yang terbatas dan debit air sungai yang masih tinggi.

“Kami melakukan penyisiran mulai dari titik nol kejadian hingga ke arah hilir. Tim dibagi dalam beberapa kelompok untuk memantau titik-titik sangkutan di sepanjang aliran sungai Perak. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin,” jelas Zaenal Arifin saat melakukan koordinasi di posko darurat.

Petugas dari Polsek Bae dan Koramil Bae juga tampak berjaga untuk mengamankan lokasi dari kerumunan warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi. Sementara itu, pihak keluarga korban saat ini didampingi oleh Pemdes Gondangmanis untuk mendapatkan penguatan psikologis atas musibah ini.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan lebat, guna menghindari area pinggiran sungai atau saluran irigasi yang rawan meluap.