JAKARTA, Kaifanews — Sebuah kompetisi desain motor listrik yang diwujudkan Polytron menghadirkan bukti bahwa kendaraan ramah lingkungan kini tak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga menjadi ruang berekspresi bagi generasi muda.
Konsep desain bertema street culture karya Danael Adi Triandi resmi diwujudkan pada bodi motor listrik FOX 200 setelah keluar sebagai pemenang ajang Polytron FOX Berkreasik Design Competition.
Desain tersebut menggabungkan nuansa basket, budaya jalanan, dan tren sneaker culture ke dalam tampilan motor yang mencolok. Hasilnya, kendaraan listrik tampil sebagai medium yang merepresentasikan karakter sekaligus gaya hidup anak muda.
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly mengatakan, kompetisi tersebut digelar untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan hanya tentang kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga kesempatan untuk mengekspresikan identitas diri. Motor listrik bisa menjadi personal statement yang mencerminkan kreativitas pengendaranya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 26 Juni 2026.
Menurutnya, pendekatan melalui desain dan budaya populer dinilai mampu membuat kendaraan listrik lebih dekat dengan keseharian anak muda, sehingga proses adopsinya menjadi lebih relevan.

Data survei Lokadata terhadap 1.500 responden berusia 18–34 tahun juga menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kendaraan listrik. Sekitar 75 persen responden mengaku tertarik beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun mendatang. Menariknya, harga bukan menjadi faktor utama yang menghambat keputusan pembelian.
Karya Danael dipilih karena mampu memadukan energi olahraga basket, budaya street culture lokal, serta estetika sneaker global ke dalam satu desain yang modern. Motor tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup dan kebanggaan terhadap karya kreatif anak bangsa.
Proses penjurian melibatkan visual artist Hard13 serta Adega, leader Kalcer Skuter sekaligus founder Rainbow Motobuilder. Keduanya menilai karya peserta berdasarkan kreativitas, orisinalitas, serta kemampuan menerjemahkan tren otomotif dan budaya populer ke dalam desain kendaraan.
Selain Danael sebagai juara utama, penghargaan juga diberikan kepada Anindyo Kresandana dan Darussalam sebagai juara kedua dan ketiga. Sementara Kadeboyz dan Nur Azizah menempati posisi empat dan lima, sedangkan empat finalis lainnya memperoleh apresiasi berupa voucher belanja.
Melalui kompetisi perdana tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak anak muda melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup modern, sekaligus mendorong semakin luasnya adopsi transportasi ramah lingkungan di Indonesia. (*)









