KUDUS, KaifanewsDinas Kesehatan Kabupaten Kudus terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan penyakit campak melalui imunisasi serta penerapan pola hidup sehat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, mengatakan imunisasi menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah campak, khususnya pada anak usia dini.

“Pemberian imunisasi pada bayi sangat penting untuk mencegah campak. Kami berharap masyarakat juga meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon pada Kamis 2 April 2026.

Ia memastikan hingga saat ini tidak ada kasus kematian akibat campak di Kabupaten Kudus. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui berbagai program pencegahan.

Program imunisasi campak sendiri diberikan secara gratis kepada masyarakat, dengan sasaran utama anak usia 12 hingga 14 bulan sebagai bagian dari imunisasi dasar lengkap.

Sedangkan sasaran utama campak adalah anak-anak, terutama balita (usia 9–59 bulan), bayi di bawah 12 bulan yang belum diimunisasi, serta individu dengan sistem imun lemah atau malnutrisi.

Menurut Nuryanto, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan memiliki gejala khas seperti demam tinggi, mata merah, munculnya ruam pada kulit, serta disertai batuk dan pilek berat.

“Gejala awal biasanya panas tinggi, mata memerah, kemudian muncul ruam di tubuh, disertai batuk dan pilek yang cukup berat,” jelasnya.

Sementara itu, bagi masyarakat berusia di atas 12 tahun, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kondisi tubuh melalui istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dari beberapa rumah sakit di Kudus yang dikirim ke laboratorium di Yogyakarta, tercatat dari 464 sampel yang diperiksa terdapat 31 sampel yang dinyatakan positif campak.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kudus terus memperkuat sejumlah langkah pencegahan, di antaranya meningkatkan edukasi tentang pentingnya imunisasi, mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Upaya yang kami lakukan antara lain edukasi pentingnya imunisasi campak, meningkatkan daya tahan tubuh melalui olahraga dan konsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” paparnya.

Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya imunisasi dan pencegahan penyakit menular agar kasus campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan imunisasi dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan,” tandasnya. (*)