KUDUS, Kaifanews Upaya memperkuat harmoni sosial berbasis kearifan lokal terus digaungkan di Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menerima audiensi dari komunitas Sedulur Maiyah Kudus yang menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Audiensi yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dan komunitas masyarakat yang bergerak di bidang budaya, spiritualitas, dan intelektual.

Perwakilan pegiat Maiyah Kudus, Nor Rahmat Sholichin, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang konstruktif antara masyarakat dan pemerintah.

“Kami ingin membangun silaturahmi yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga intelektual melalui forum sinau bareng atau maiyahan yang lebih interaktif,” ujarnya pada Jumat 24 April 2026.

Ia menjelaskan, konsep maiyahan yang diinisiasi oleh Emha Ainun Nadjib selama ini telah menjadi ruang dialektika terbuka yang mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat tanpa sekat.

Melalui pendekatan tersebut, Sedulur Maiyah Kudus berharap dapat menanamkan nilai kebersamaan, paseduluran, serta mempererat hubungan antara umat, ulama, dan umara dalam membangun masyarakat yang berkeadaban.

“Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat, di mana semua elemen bisa saling terhubung dan berdialog tanpa sekat,” jelasnya.

Selain itu, komunitas ini juga mendorong tumbuhnya ide-ide kreatif dari generasi muda Kudus, khususnya dalam penguatan hubungan sosial, budaya, spiritualitas, hingga intelektualitas yang tetap selaras dengan nilai tradisi lokal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik inisiatif yang dibawa Sedulur Maiyah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

“Pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai inisiatif masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh dimensi sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Kudus dan Sedulur Maiyah dalam menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerahkan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

“Kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kudus,” tandasnya. (*)