KUDUS, Kaifanews – Upaya meningkatkan budaya literasi terus digencarkan di berbagai daerah. Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menyatakan optimisme bahwa Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus dapat berkembang menjadi magnet baru bagi para pecinta buku, khususnya generasi muda dan anak anak.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus bertransformasi menjadi ruang publik yang nyaman, edukatif, dan inspiratif. Dengan konsep yang lebih modern dan ramah pengunjung, Perpusda Kudus diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk datang, membaca, sekaligus belajar.
“Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, bukan hanya sunyi. Harus ada aktivitas, interaksi, dan inovasi yang membuat masyarakat betah,” ujarnya dalam keterangan pers.
Hal tersebut disampaikan Nawal ketika melakukan kunjungan ke Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus, sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pada Jum’at 1 Mei 2026.
Ia menambahkan, penguatan fasilitas menjadi salah satu kunci penting. Mulai dari koleksi buku yang terus diperbarui, ruang baca yang nyaman, hingga penyediaan akses digital yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi. Selain itu, kegiatan literasi seperti diskusi buku, pelatihan menulis, hingga kelas kreatif dinilai mampu meningkatkan daya tarik perpustakaan.
Ia menegaskan perlunya menghadirkan lebih banyak kegiatan literasi agar perpustakaan menjadi lebih dinamis. Selain itu, ia turut mendorong penguatan literasi baca-tulis Al-Qur’an, sejalan dengan identitas Kudus sebagai kota santri.
Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga memberikan apresiasi terhadap ruang baca anak yang dinilai efektif dalam menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Ia pun menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pengunjung.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa Perpusda kini telah dilengkapi beragam fasilitas modern, mulai dari ruang baca yang nyaman, ruang anak, teater mini untuk pemutaran film edukatif, hingga ruang multimedia dengan akses WiFi.
Hingga April 2026, jumlah koleksi buku tercatat sebanyak 47.267 eksemplar dengan 32.962 judul. Sementara itu, total pengunjung mencapai 32.557 orang, dengan angka kunjungan harian tertinggi menembus 700 orang.
Peran keluarga dan lingkungan juga dinilai sangat penting dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas literasi perlu terus diperkuat agar gerakan literasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri disebut telah menunjukkan komitmen dalam pengembangan Perpusda. Berbagai inovasi dan pembenahan terus dilakukan guna menciptakan suasana perpustakaan yang lebih inklusif dan menarik bagi semua kalangan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Bunda Literasi Jateng berharap Perpusda Kudus tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga menjadi ruang berkumpul yang produktif serta tempat tumbuhnya ide-ide kreatif masyarakat. (*)








