KUDUS, Kaifanews — Momen pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus tak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga menyimpan kisah perjalanan personal yang menarik. Salah satunya datang dari Gisela Adio Ros Maria, peneliti muda yang resmi dilantik menjadi PNS setelah hampir satu tahun menanti.
Perempuan berusia 27 tahun itu sebelumnya bekerja di sektor swasta sebagai asisten peneliti. Kini, ia melangkah ke jenjang baru sebagai Peneliti Ahli Pertama di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus.
“Penantiannya hampir satu tahun dari CPNS, dan sekarang akhirnya resmi menjadi PNS,” ujarnya usai prosesi pelantikan di Pendapa belakang Kabupaten Kudus, Senin 4 Mei 2026.
Perjalanan Gisela menuju Kudus pun bukan tanpa cerita. Perempuan asal Jakarta ini mengaku sempat dihadapkan pada pilihan penempatan di beberapa daerah, mulai dari Kalimantan hingga Sumatra, sebelum akhirnya memilih Kudus.
“Waktu itu menyesuaikan ijazah dan formasi yang ada. Akhirnya saya memilih Kudus,” katanya.
Selama hampir setahun tinggal di Kudus, Gisela mengaku masih dalam tahap adaptasi, terutama dengan bahasa dan budaya setempat. Namun, ia mulai menemukan kenyamanan, termasuk dalam hal kuliner.
“Di sini pakai bahasa Jawa, jadi masih belajar. Tapi untuk makanan sangat cocok dengan lidah, saya suka soto Kudus karena pakai kerbau, pindang kerbau juga enak,” tuturnya.
Selain itu, ia merasakan perbedaan ritme kehidupan yang cukup signifikan dibandingkan Jakarta. Menurutnya, Kudus menawarkan suasana yang lebih tenang dan minim kemacetan.
“Di sini lebih santai, tidak macet seperti di Jakarta. Tempat tinggal juga dekat kantor, jadi lebih mudah mobilitas,” ungkapnya.
Dalam peran barunya sebagai peneliti, Gisela akan fokus pada kajian ekonomi syariah, khususnya terkait peningkatan perizinan halal dan penguatan kekayaan intelektual (HAKI). Ia berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis riset.

Menanggapi pesan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang menekankan pentingnya kinerja cepat, efektif, dan efisien, Gisela mengaku siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Harapannya bisa bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien sesuai arahan,” katanya.
Meski kini menyandang status sebagai aparatur sipil negara, Gisela menilai bahwa keberhasilan dalam bekerja tetap bergantung pada pribadi masing-masing, bukan semata pada status.
“Balik lagi ke orangnya, bagaimana kita menjalankan tanggung jawab itu,” ujarnya.
Ia pun membagikan pesan bagi generasi muda, khususnya yang ingin mengikuti jejak menjadi PNS.
“Semoga apa yang dicita-citakan bisa tercapai. Jalani saja prosesnya dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Bagi Gisela, pelantikan ini bukan sekadar perubahan status, tetapi awal dari tanggung jawab baru untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat baru, ia siap menjalani peran sebagai peneliti di Kota Kretek.
“Senang dan bersyukur, akhirnya bisa sampai di tahap ini,” tandasnya. (*)








