Kaifanews — Di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku awal Mei 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah Jawa Tengah tetap dalam kondisi aman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

PJS Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Rizky Diba Afrita, menegaskan bahwa stok BBM saat ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi normal masyarakat.

“Untuk BBM non-subsidi, keandalan pasokan mencapai 17,1 kali lipat dari konsumsi normal. Bahkan di wilayah tertentu seperti Kabupaten Pati, stok mencapai 2,7 kali dari kebutuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa 5 Mei 2026.

Penegasan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat menyusul kenaikan harga pada sejumlah jenis BBM, terutama non-subsidi. Meski harga mengalami penyesuaian, Pertamina memastikan tidak ada gangguan dalam distribusi.

Berdasarkan pembaruan harga dari aplikasi MyPertamina per awal Mei 2026, BBM subsidi seperti Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar Rp6.800 per liter. Adapun BBM non-subsidi mengalami kenaikan, di antaranya Pertamax menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, hingga Pertamina Dex yang menyentuh Rp27.900 per liter.

Kenaikan paling terasa terjadi pada jenis solar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex, yang mengalami lonjakan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, Rizky menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan. Dengan stok yang berlimpah, kebutuhan energi dipastikan tetap terpenuhi di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar,” tegasnya.

Pertamina juga memastikan kelompok nelayan tetap mendapatkan akses BBM sesuai ketentuan. Nelayan kecil dengan kapal di bawah 30 gross ton (GT) tetap bisa mengakses BBM subsidi melalui rekomendasi dinas terkait, sementara nelayan di atas 30 GT menggunakan BBM non-subsidi.

Dengan jaminan pasokan yang kuat, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan, meski harga BBM mengalami penyesuaian.

“Yang terpenting, distribusi tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” jelas Rizky. (*)