KUDUSHantavirus menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus dilaporkan di berbagai negara, termasuk klaster terbaru yang dipantau World Health Organization. Meski tergolong penyakit langka, infeksi ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal, bahkan berujung kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami hidup pada hewan pengerat seperti tikus. Virus ini termasuk dalam keluarga Hantaviridae dan dapat menular ke manusia melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Menurut WHO, hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia. Meski infeksinya relatif jarang, dampaknya bisa sangat serius.

Asal Mula Nama Hantavirus

Nama “Hantavirus” berasal dari Hantan River, sebuah sungai di Korea Selatan. Virus ini pertama kali dikenali pada awal 1950-an ketika ribuan tentara yang terlibat dalam Perang Korea mengalami demam berat disertai gangguan ginjal.

Virus penyebabnya kemudian berhasil diidentifikasi pada 1978 oleh ilmuwan Korea Selatan, Ho-Wang Lee, dari tikus lapangan. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam dunia virologi.

Mengapa Hantavirus Berbahaya?

Bahaya hantavirus terletak pada kemampuannya menyebabkan dua sindrom utama:

1. Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS)

Banyak ditemukan di Amerika. Penyakit ini menyerang paru-paru dan jantung, dengan angka kematian yang dapat mencapai 50 persen.

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Lebih umum di Asia dan Eropa. Penyakit ini menyebabkan demam berdarah disertai gangguan ginjal.

WHO memperkirakan terdapat 10.000 hingga lebih dari 100.000 infeksi hantavirus setiap tahun di seluruh dunia, dengan beban kasus terbesar di Asia dan Eropa. (World Health Organization)

Bagaimana Hantavirus Menular?

Penularan biasanya terjadi ketika seseorang:

  • Menghirup debu yang tercemar urine atau kotoran tikus.
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut.
  • Mengonsumsi makanan yang terpapar kotoran tikus.
  • Tergigit tikus yang terinfeksi.

Kegiatan seperti membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area yang lama tertutup dapat meningkatkan risiko paparan.

Apakah Bisa Menular Antar Manusia?

Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia. Namun, WHO mencatat Andes virus di Argentina dan Chile dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan, meskipun kasusnya jarang.

Gejala Hantavirus

Gejala biasanya muncul 1–8 minggu setelah terpapar, antara lain:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Kelelahan

Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami:

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Penumpukan cairan di paru-paru
  • Tekanan darah turun
  • Gagal ginjal atau syok

Apakah Ada Obat atau Vaksin?

Sampai saat ini belum ada obat antivirus khusus maupun vaksin yang telah dilisensikan untuk hantavirus. Penanganan difokuskan pada perawatan suportif seperti pemberian oksigen, ventilator, dan perawatan intensif di rumah sakit.

Kasus Terkini di Dunia

WHO baru-baru ini memantau klaster hantavirus yang terkait perjalanan kapal pesiar lintas negara. Meski ada beberapa kasus dan kematian, WHO menilai risiko bagi masyarakat umum masih rendah dan situasi tidak sebanding dengan pandemi global seperti COVID-19.

Cara Mencegah Hantavirus

WHO merekomendasikan langkah berikut:

  • Menutup celah masuk tikus ke rumah.
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
  • Membersihkan area tercemar dengan desinfektan.
  • Menghindari menyapu kering atau menyedot debu kotoran tikus.
  • Mencuci tangan setelah membersihkan area berisiko.

Waspada, Tapi Tidak Perlu Panik

Hantavirus memang berbahaya, tetapi penularannya terbatas dan sebagian besar berasal dari kontak dengan tikus. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus merupakan langkah paling efektif untuk mencegah infeksi.

Jika mengalami demam, nyeri otot, dan sesak napas setelah terpapar lingkungan yang banyak tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (*)