KUDUS, Kaifanews — Kementerian Agama Kabupaten Kudus menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pondok pesantren dan madrasah yang aman serta ramah anak menyusul mencuatnya persoalan di salah satu pondok pesantren yang ada di Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus, Agus Siswanto, mengatakan pihaknya terus mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar mampu menjadi ruang belajar yang nyaman bagi peserta didik.

“Harapannya madrasah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar anak,” ujarnya ujarnya saat ditemui bersama jajaran Kemenag Kudus pada Kamis 21 Mei 2026.

Menurut Agus, komunikasi antara siswa, guru, dan pengelola pendidikan harus dibangun dengan baik agar persoalan yang muncul bisa cepat diselesaikan dan tidak berkembang menjadi masalah besar.

“Kalau ada persoalan, harapan kami selesai sejak dini dan tidak menjadi gunung es,” katanya.

Ia menjelaskan, pengawasan rutin dilakukan melalui pengawas madrasah yang tersebar di tiap kecamatan. Pengawas tersebut menjadi ujung tombak Kemenag dalam memastikan mutu pendidikan sekaligus melakukan pembinaan kepada madrasah.

“Setiap bulan biasanya ada pertemuan dan pembinaan kepada kepala madrasah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ponpes Kemenag Kudus, Afif Noor, menyebut pihaknya juga menjalankan program pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

Menurutnya, setiap pondok pesantren didorong memiliki struktur tim pencegahan dan penanganan kekerasan yang melibatkan berbagai unsur.

“Di pondok itu ada pengasuh, ustaz, perwakilan wali santri hingga santrinya sendiri yang terlibat dalam satgas tersebut,” ujarnya.

Afif menambahkan, Kemenag Kudus juga telah menjalankan sosialisasi pondok pesantren ramah anak bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait perlindungan anak.

Bahkan, salah satu pondok pesantren di Kudus telah menjadi lokasi percontohan program pesantren ramah anak.

“Harapannya tentu untuk mengedukasi pondok agar menjadi lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying maupun kekerasan,” katanya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus, Shony Wardana, berharap seluruh persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengganggu hak belajar anak.

“Kami berharap semuanya bisa berjalan baik dan pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas,” tandasnya. (*)