SEMARANG, Kaifanews – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membidik Jateng Fair 2026 sebagai ajang penggerak ekonomi kreatif sekaligus pusat hiburan terbesar di daerah, dengan sasaran kunjungan mencapai 300 ribu orang selama acara berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Event tahunan tersebut dijadwalkan digelar pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026 di kawasan PRPP Jawa Tengah, Semarang. Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari pameran, hiburan, kegiatan olahraga, promosi inovasi daerah, hingga kampanye peduli lingkungan.

Persiapan penyelenggaraan dibahas dalam audiensi antara jajaran PT PRPP Jawa Tengah dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, Rabu 20 Mei 2026.

Direktur Utama PT PRPP Jateng, Shafigh Pahlevi Lontoh, menyampaikan bahwa Jateng Fair tahun ini mengusung tema Action for Transformation.

Ia menjelaskan, konsep tersebut dirancang bukan sekadar menghadirkan hiburan dan pameran, melainkan juga memadukan isu lingkungan, ekonomi kreatif, olahraga, hingga inovasi daerah dalam satu rangkaian kegiatan.

Target kunjungan 300 ribu orang ditetapkan setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan sebelumnya. Pada Jateng Fair 2025, jumlah pengunjung tercatat sekitar 108.360 orang atau melonjak hingga 300 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kebijakan tiket gratis dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah pengunjung.

Selain itu, perputaran ekonomi selama Jateng Fair 2025 mencapai Rp4,5 miliar yang berasal dari sektor UMKM, kuliner, pameran bisnis, hingga layanan publik.

Melihat tren positif tersebut, PT PRPP mulai mengusung konsep Jateng Fair yang lebih modern dan tematik. Seluruh bale pameran tahun ini dipastikan terisi dengan tingkat okupansi tenant mencapai 74 persen, meskipun pembukaan acara masih lebih dari satu bulan lagi.

Sebanyak 13 kabupaten/kota telah memastikan partisipasi dalam ajang tersebut. PT PRPP juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk menghadirkan pameran inovasi dan teknologi.

Berbagai zona baru turut disiapkan untuk menjangkau lebih banyak segmen pengunjung. Bale Sumbing akan disulap menjadi “Jateng Kids Wonderland” yang menghadirkan wahana dan edukasi anak. Sementara Bale Sindoro akan difungsikan sebagai lokasi Jawara Arena Tarung Bebas yang menampilkan pertandingan MMA, termasuk kelas perempuan.

Tidak hanya menitikberatkan pada hiburan dan ekonomi, Jateng Fair 2026 juga mengangkat isu keberlanjutan melalui program Jateng Fair Green Life.

Salah satu agenda yang disiapkan yakni kegiatan plogging atau memungut sampah sambil berlari dan berjalan santai di kawasan PRPP dan Grand Maerakaca pada 4 Juli 2026. Selain itu, akan digelar kegiatan “Mangrove Akbar” pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kampanye pelestarian kawasan pesisir.

“Ini menjadi platform kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan,” kata Shafigh.

Dari sisi hiburan, Jateng Fair 2026 juga menyasar generasi muda lewat konser musik lintas genre yang menghadirkan sejumlah musisi nasional seperti Ndarboy Genk, Guyon Waton, Aftershine, Endank Soekamti, Perunggu, hingga Superman Is Dead.

Minat masyarakat mulai terlihat dari penjualan tiket konser yang telah mencapai 2.282 lembar. Penampilan Superman Is Dead menjadi salah satu yang paling diminati.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, Jateng Fair bukan hanya agenda hiburan tahunan, tetapi juga diproyeksikan sebagai sarana promosi investasi dan daerah, penguatan UMKM, serta penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Pemprov Jateng juga menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan kawasan PRPP sebagai pusat rekreasi, bisnis, dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di Jawa Tengah. (*)