PATI, Kaifanews – Pemerintah Kabupaten Pati melakukan peninjauan sejumlah destinasi wisata lokal sebagai upaya mendukung pengembangan kegiatan outing class bagi siswa sekolah di wilayah Kabupaten Pati. Kegiatan monitoring tersebut berlangsung pada Minggu 24 Mei 2026, dipimpin langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Peninjauan dilakukan di beberapa lokasi wisata edukasi dan rekreasi yang dinilai memiliki potensi mendukung kegiatan belajar di luar kelas. Beberapa destinasi yang dikunjungi antara lain wisata belajar membatik, Taman Batik dan Museum Batik Bakaran di Kecamatan Juwana, Bukit Pengusen dan Embung Jrahi di Kecamatan Gunungwungkal, serta Kolam Renang Tirta Lembah Hijau di Kecamatan Cluwak.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, program outing class lokal tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata.
“Melalui kegiatan outing class lokal, kami ingin pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa semakin meningkat. Wisata lokal harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, destinasi wisata di Kabupaten Pati memiliki potensi besar untuk dijadikan sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi para pelajar. Dengan mengenalkan wisata lokal sejak dini, siswa diharapkan lebih memahami kekayaan budaya, sejarah, dan potensi daerahnya sendiri.
“Anak-anak juga perlu dikenalkan dengan tempat wisata dan budaya lokal agar tumbuh rasa cinta terhadap daerahnya,” tambah Chandra.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP untuk melaksanakan kegiatan outing class di wilayah Kabupaten Pati. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya mendukung sektor pariwisata dan UMKM lokal agar semakin berkembang.
Selain memastikan kesiapan destinasi wisata, monitoring juga dilakukan untuk melihat fasilitas pendukung, kenyamanan, keamanan, serta nilai edukasi yang dapat diberikan kepada siswa saat kegiatan outing class berlangsung.
Pemerintah berharap langkah ini mampu menciptakan sinergi antara dunia pendidikan, sektor pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. (*)








