KUDUS, Kaifanews — Tim hoki indoor putri Kudus berhasil membawa pulang medali perunggu dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Sempat menelan dua kekalahan pada awal pertandingan, Srikandi Hockey Kudus mampu bangkit dengan dua kemenangan beruntun di GOR Manunggal Jati, Semarang, untuk mengamankan posisi ketiga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil tersebut menjadi satu-satunya medali yang disumbangkan cabang olahraga hoki untuk kontingen Kudus pada Porprov Jateng 2026. Sementara itu, tim hoki indoor putra belum berhasil menembus tiga besar meski sempat mencatatkan kemenangan telak.

Pelatih Hoki Kudus, Yuli Irsanto, mengatakan tim putri mampu memenuhi target yang telah ditetapkan sebelum kompetisi. Namun, target tiga besar yang juga dibebankan kepada tim putra belum berhasil diwujudkan.

“Kalau cabor hoki itu ada nomor indoor putra dan putri. Hasil Porprov kemarin, hanya tim putri yang mendapatkan perunggu,” ujar Yuli, Jumat, 30 Oktober 2026.

Sebelum Porprov berlangsung, tim putra dan putri sama-sama membidik posisi tiga besar. Target itu bukan tanpa alasan karena keduanya berhasil menempati peringkat ketiga pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov.

Namun, persaingan di ajang utama berlangsung lebih ketat. Tim putri sempat kehilangan poin pada dua laga awal sebelum akhirnya menemukan momentum kebangkitan dan mengamankan medali.

Dua Kekalahan Tak Hentikan Langkah Srikandi

Perjalanan Srikandi Hockey Kudus tidak langsung berjalan mulus. Pada pertandingan pertama, Kudus kalah 0-2 dari Kabupaten Jepara. Kekalahan kembali dialami saat menghadapi Kota Semarang dengan skor 0-4.

Dua hasil tersebut membuat perjuangan Kudus untuk masuk tiga besar semakin menantang. Meski demikian, para pemain mampu bangkit pada pertandingan berikutnya.

Tim hoki indoor putri Kudus merayakan keberhasilan meraih medali perunggu Porprov Jawa Tengah XVII 2026 setelah menempati peringkat ketiga di GOR Manunggal Jati, Semarang.

Kudus membalas dengan kemenangan meyakinkan 5-0 atas Surakarta. Tren positif berlanjut pada laga terakhir ketika tim putri menundukkan Kabupaten Magelang dengan skor 3-0.

Dua kemenangan tersebut memastikan Kudus mengoleksi hasil yang cukup untuk menempati peringkat ketiga sekaligus membawa pulang medali perunggu Porprov Jateng 2026.

Yuli mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga semangat setelah mengalami dua kekalahan. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa para pemain masih bisa memperbaiki performa di tengah tekanan kompetisi.

“Anak-anak bisa bangkit setelah dua pertandingan awal tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Kemenangan pada dua laga terakhir sangat berarti karena akhirnya kami bisa memenuhi target tiga besar,” kata Yuli.

Tim Putra Kehilangan Peluang di Laga Penentuan

Berbeda dengan tim putri, hoki indoor putra Kudus belum berhasil membawa pulang medali. Mereka sempat tampil impresif dengan mengalahkan Banyumas 5-0, tetapi belum mampu mengamankan hasil yang dibutuhkan dalam pertandingan penentuan.

Yuli menjelaskan, para pemain sebenarnya berusaha mengambil inisiatif serangan. Namun, kebobolan pada kuarter ketiga membuat peluang untuk meraih hasil maksimal semakin sulit.

“Tim putra kita kepleset di pertandingan terakhir. Kita sudah menyerang, tetapi memang kurang beruntung karena kebobolan di kuarter ketiga,” jelasnya.

Menurut Yuli, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi agar tim putra lebih siap menghadapi pertandingan penting. Para pemain perlu meningkatkan ketenangan dan kemampuan menjaga konsentrasi, terutama ketika pertandingan berjalan ketat.

“Dalam pertandingan, kemampuan menyerang saja tidak cukup. Anak-anak juga harus mampu menjaga fokus dan tidak kehilangan konsentrasi ketika berada di bawah tekanan,” tambahnya.

Mental Bertanding Jadi Pekerjaan Rumah

Yuli menilai mental bertanding menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pembinaan hoki Kudus. Mayoritas atlet masih berusia muda sehingga memiliki kesempatan panjang untuk berkembang sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.

“Bahan evaluasinya terutama mental anak-anak. Mereka masih muda, jadi jenjangnya masih panjang. Empat tahun lagi pun mereka masih bisa dikatakan junior,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman bertanding di Porprov menjadi bekal bagi para atlet untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kualitas permainan, dan tampil lebih matang pada kejuaraan mendatang.

Yuli juga menekankan pentingnya dukungan pengurus dan pihak pembina agar program latihan bisa terus berjalan secara konsisten. Menurutnya, kesinambungan pembinaan dibutuhkan supaya kemampuan atlet terus meningkat, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental.

Dari sisi kondisi fisik, secara umum para pemain mampu menyelesaikan pertandingan. Meski terjadi benturan dan cedera ringan akibat kontak dengan stik, kondisi tersebut tidak sampai membuat atlet gagal melanjutkan laga.

Medali perunggu yang diraih Srikandi Hockey Kudus menjadi hasil positif sekaligus modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Sementara bagi tim putra, hasil Porprov kali ini menjadi pengingat bahwa persiapan teknik perlu berjalan beriringan dengan penguatan mental agar peluang meraih medali bisa diwujudkan pada kesempatan mendatang. (*)