KUDUS, Kaifanews — Perjuangan Kabupaten Kudus mencapai puncaknya usai even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 cabang olahraga (cabor) basket di GOR Sahabat Arema Semarang berakhir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim basket putri Kabupaten Kudus berhasil membawa pulang medali perak pada Sementara itu, tim putra 5×5 harus puas berada di posisi empat setelah gagal merebut peringkat ketiga, sedangkan kedua tim 3×3 Kudus juga belum berhasil meraih medali.

Pada partai final basket putri 5×5, Kudus harus mengakui keunggulan Kota Semarang dengan skor 39-76. Meski belum berhasil meraih emas, perjuangan para pemain hingga mencapai babak final menjadi pencapaian tersendiri bagi kontingen Kudus.

Di sektor putra 5×5, Kudus menghadapi Kabupaten Banyumas dalam perebutan posisi ketiga. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling mengejar perolehan angka, tetapi Kudus akhirnya kalah dengan skor 68-78.

Ketua Pengkab Perbasi Kudus, Agus Santoso, mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah berusaha maksimal sepanjang kompetisi. Menurutnya, hasil yang diraih tetap patut disyukuri meskipun target medali emas belum tercapai.

“Intinya kami puas dengan perjuangan anak-anak. Mereka sudah berjuang maksimal dan memberikan kemampuan terbaiknya, meskipun target emas belum tercapai,” ujar Agus saat dihubungi pada Sabtu 31 Oktober 2026.

Ia menilai capaian tim putri yang berhasil menembus final dan membawa pulang medali perak menjadi hasil yang patut diapresiasi. Sementara itu, kegagalan tim putra dan 3×3 meraih medali menjadi bahan evaluasi bagi Perbasi Kudus untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk terus berbenah ke depan. Kami ingin basket Kabupaten Kudus bisa terus berprestasi dan pada kejuaraan berikutnya mampu meraih hasil yang lebih baik,” lanjutnya.

Perjuangan tim basket Kudus juga berlangsung di nomor 3×3. Kedua tim harus mengakhiri pertandingan perebutan posisi ketiga tanpa membawa pulang medali.

Tim putra 3×3 Kudus kalah dari Kabupaten Kendal dengan skor 7-14. Sementara itu, tim putri 3×3 harus mengakui keunggulan Kota Surakarta dengan selisih hanya satu poin, yakni 9-10.

Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarkontingen dalam perebutan medali Porprov Jateng 2026. Tim putri 3×3 Kudus bahkan hanya terpaut satu angka dari lawannya, meski belum berhasil mengamankan posisi ketiga.

Asisten pelatih basket Kudus, Rois Setiawan, mengatakan persaingan antartim di Jawa Tengah berlangsung ketat. Setiap daerah datang dengan persiapan dan semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi daerah masing-masing.

“Kekuatan setiap tim di Jawa Tengah memang tangguh. Semua berebut dan bersaing secara sportif untuk memperjuangkan kota atau kabupaten kelahirannya masing-masing,” ungkap Rois.

Menurutnya, persaingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pemain Kudus. Menghadapi lawan dengan kekuatan yang berimbang menuntut atlet menjaga fokus, konsistensi, serta ketenangan saat memasuki momen krusial pertandingan.

“Anak-anak sudah berusaha maksimal menghadapi lawan-lawan yang juga memiliki kualitas bagus. Hasil ini harus menjadi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri lebih baik lagi,” ujarnya.

Perjalanan basket Kudus di Porprov XVII Jawa Tengah 2026 memberikan catatan penting bagi pembinaan olahraga daerah. Medali perak tim putri 5×5 menjadi hasil terbaik, sedangkan tim putra 5×5 dan kedua tim 3×3 masih perlu meningkatkan performa untuk bersaing dalam perebutan medali.

Pihaknya berharap pengalaman selama Porprov menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berkembang. Evaluasi tidak hanya menyasar hasil pertandingan, tetapi juga persiapan, kemampuan teknis, dan kesiapan menghadapi tekanan saat bertanding.

“Kami tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim pelatih. Jangan berkecil hati karena perjuangan mereka sudah maksimal. Tetap semangat, tetap jaga keselamatan, dan terus berlatih untuk meraih prestasi yang lebih baik,” tandasnya.