KUDUS, Kaifanews — Peta politik lokal mulai menunjukkan dinamika baru. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus mengklaim mulai dilirik kader dari sejumlah partai politik lain seiring penguatan struktur organisasi dan persiapan menghadapi kontestasi politik jangka panjang menuju 2029–2030.
Ketua DPD PSI Kudus, Antoni, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima komunikasi dari sejumlah kader lintas partai yang menyatakan minat untuk bergabung.
“Memang ada kader dari luar partai yang sudah menghubungi kami. Dari beberapa partai seperti Gerindra, Demokrat, hingga PPP. Tapi kami tetap selektif,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurut Antoni, ketertarikan tersebut menjadi sinyal positif terhadap konsistensi PSI dalam membangun organisasi dari bawah. Ia menegaskan, kekuatan partai tidak semata ditentukan figur, melainkan soliditas struktur hingga tingkat paling bawah.
“Kemenangan partai itu bukan hanya soal figur. Struktur sampai tingkat desa, bahkan RT dan RW, harus kuat. Itu yang sedang kami bangun sekarang,” tegasnya.
Saat ini, progres pembentukan struktur ranting PSI di Kabupaten Kudus disebut baru mencapai sekitar 20–30 persen. Untuk mempercepat konsolidasi, pengurus diberi batas waktu dua pekan agar pembentukan struktur tingkat bawah segera rampung.
“Arahan dari pusat jelas, PSI harus kuat sampai akar rumput. Karena itu pembentukan ranting sedang kami kebut,” katanya.
Meski membuka peluang bagi kader lintas partai, Antoni menegaskan kaderisasi internal tetap menjadi prioritas. Ia menyebut partai membutuhkan sumber daya manusia yang segar, berintegritas, serta memahami nilai perjuangan PSI.
“Kalau bisa memang dari kader sendiri yang masih fresh dan belum pernah masuk partai lain. Tapi kami juga tidak menutup kemungkinan dari luar, selama sejalan dan bisa menambah kekuatan,” jelasnya.
Selain fokus penguatan struktur, PSI Kudus juga tengah menyiapkan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Pelaksanaan forum tersebut masih menunggu pembentukan ranting rampung, mengingat struktur tingkat bawah akan dilibatkan dalam penyusunan program strategis partai.
“Rakerda nanti jadi forum konsolidasi sekaligus penyusunan program kerja. Struktur ranting harus siap dulu,” ujarnya.
Antoni menambahkan, PSI tetap menempatkan generasi muda sebagai basis utama kader dan pemilih potensial di masa depan.
“PSI ini partainya anak muda. Target utama kami tetap generasi muda karena mereka akan menjadi pemilih dominan pada 2029,” katanya.
“Dengan penguatan struktur, munculnya minat kader lintas partai, serta fokus pada segmen pemilih muda, PSI Kudus optimistis dapat memperluas basis dukungan sekaligus memperkuat posisi dalam peta politik daerah pada kontestasi mendatang,” tandasnya.







