KUDUS, Kaifanews — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus terus berupaya meningkatkan mutu pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya yang ditempuh adalah mempelajari teknik budidaya melon dengan sistem hidroponik. Dalam rangka itu, Tim Kemandirian Rutan Kelas IIB Kudus melaksanakan studi banding ke sentra budidaya melon hidroponik yang berada di Desa Besito, Kabupaten Kudus, pada Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta keterampilan WBP, khususnya di bidang pertanian modern yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan sistem hidroponik, budidaya melon dinilai lebih efisien karena tidak membutuhkan lahan luas serta mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang baik. Selama kunjungan, tim melakukan observasi secara menyeluruh terhadap pengelolaan greenhouse, mulai dari tahap awal seperti pemilihan bibit unggul hingga proses pemeliharaan tanaman.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Plt), Rifqi Nabris, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan penerapan program budidaya melon hidroponik di Rutan Kudus.
Menurut Rifqi, studi banding ini menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan program pembinaan kemandirian yang akan dijalankan memiliki dasar pengetahuan serta praktik yang tepat. Ia berharap, ke depan WBP dapat memperoleh keterampilan yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.
Ia juga menambahkan, program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan program budidaya melon hidroponik di Rutan Kudus dapat berjalan secara optimal dan menjadi salah satu inovasi unggulan dalam pembinaan kemandirian, sekaligus mendorong terwujudnya WBP yang produktif dan mandiri.
Dalam studi banding tersebut, rombongan Rutan Kudus mempelajari berbagai aspek, mulai dari teknik penanaman, perawatan, hingga proses panen melon hidroponik. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman terkait manajemen usaha dan pemasaran hasil pertanian.
Program ini mendapat respons positif karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi WBP. Ke depan, Rutan Kudus berencana mengembangkan budidaya melon hidroponik di lingkungan rutan sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, diharapkan WBP tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat membantu mereka beradaptasi dan mandiri setelah menyelesaikan masa hukuman. (*)







