KUDUS, Kaifanews — Gagasan pembentukan pasar Ramadan di kawasan wisata religi Colo mulai digulirkan sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi pedagang setempat sekaligus menciptakan aktivitas positif selama bulan puasa.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono menjelaskan, sejumlah pedagang sebelumnya terdampak bencana beberapa waktu lalu sehingga aktivitas ekonomi mereka sempat menurun.
“Selama Ramadan biasanya aktivitas di kawasan tersebut relatif sepi karena sebagian pedagang libur. Kondisi itu mendorong munculnya ide menghadirkan pasar takjil agar tetap ada perputaran ekonomi sekaligus menghindari aktivitas negatif di kawasan Muria,” ujarnya saat ditemui di Pijar Park, Dawe, Kudus Minggu (15/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyebut rencana lokasi pasar Ramadan dipusatkan di area atas terminal Colo, tepatnya di sekitar pangkalan ojek hingga jalur menuju area parkir wisata.
“Pasar akan diisi pelaku UMKM lokal dengan konsep penjualan takjil menjelang waktu berbuka puasa,” paparnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Karang Taruna setempat untuk membahas teknis pelaksanaan, termasuk penataan lokasi dan mekanisme partisipasi pedagang.
“Prioritas utama diberikan kepada pelaku usaha dari wilayah Colo terlebih dahulu. Setelah itu, peluang partisipasi juga dibuka bagi UMKM dari luar wilayah dengan perkiraan total peserta bisa mencapai 50 hingga 100 pelaku usaha,” tegasnya.
Terkait fasilitas, panitia mempertimbangkan penggunaan tenda guna mengantisipasi faktor cuaca. Biaya yang kemungkinan dibebankan kepada pedagang hanya sebatas sewa tenda, bukan retribusi khusus.
“Melalui rencana ini, diharapkan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga peluang kebangkitan ekonomi warga serta terciptanya kegiatan sosial yang lebih positif di kawasan Colo,” tandasnya.








