Kaifanews — Bulan suci Ramadan menjadi momentum peningkatan spiritual bagi banyak umat muslim. Di lingkungan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah, semangat tersebut tercermin dari sosok Polwan muda yang memilih memperdalam ilmu Al-Qur’an di tengah padatnya tugas negara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adalah Bripda Salma Maria Naifa, Polwan angkatan 55 tahun 2024, yang dikenal sebagai hafizah 30 juz Al-Qur’an. Tak berhenti pada capaian tersebut, ia kini mendalami cabang ilmu Al-Qur’an tingkat lanjut, yakni Qirā’ah Sab’ah, sebuah disiplin ilmu tentang tujuh ragam bacaan Al-Qur’an yang memiliki sanad hingga Rasulullah SAW.

Polwan yang masuk Polri melalui jalur Rekrutmen Proaktif Hafidz Al-Qur’an ini menegaskan bahwa Ramadan menjadi waktu terbaik untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman keilmuan.

“Saya ingin memperdalam ilmu Al-Qur’an yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW agar keilmuan itu tetap terjaga dan tidak hilang. Dengan memahami perbedaan qira’at, umat juga bisa saling menghargai dan tidak mudah menyalahkan,” ujarnya saat dihubungi Selasa (3/3/2026).

Di sela aktivitas dinas sebagai anggota polisi perairan yang berlangsung dari Senin hingga Jumat, Bripda Salma memanfaatkan akhir pekan untuk belajar secara intensif di Pondok Pesantren At-Taufiiqiyyah, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan.

Setiap pekan, ia rutin melakukan setoran hafalan Qirā’ah Sab’ah di bawah bimbingan langsung pengasuh pesantren, Kyai Zaenal Arifin. Proses pembelajaran dilakukan secara ketat melalui pengulangan bacaan dan verifikasi sanad guna memastikan ketepatan tajwid serta riwayat bacaan.

“Tantangannya tentu membagi waktu setelah berdinas untuk mempersiapkan setoran hafalan. Tapi saya niatkan hari libur untuk kegiatan yang membawa manfaat,” katanya.

Baginya, profesi sebagai anggota Polri bukan penghalang untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Justru, nilai spiritual menjadi kekuatan moral dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga apa yang saya pelajari bisa bermanfaat dan menjadi motivasi bahwa bekerja bukan hanya mencari bekal dunia, tetapi juga menyiapkan bekal akhirat,” jelasnya.

Kisah Bripda Salma menjadi gambaran nyata bahwa di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terdapat komitmen pribadi untuk terus belajar dan menjaga nilai-nilai keimanan.

Menjaga wilayah perairan adalah amanah negara, sementara menjaga Al-Qur’an merupakan amanah iman yang dijalani dengan penuh tanggung jawab, tandasnya. (*)