KUDUS, Kaifanews — Potensi talenta kreatif generasi muda di Kabupaten Kudus kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton mendampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung karya siswa di SMK Raden Umar Said (RUS), Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung kesiapan sumber daya manusia daerah, khususnya di sektor ekonomi kreatif, yang berpeluang menembus pasar internasional.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pertumbuhan investasi di Jawa Tengah harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang kompeten agar peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Investasi di Jawa Tengah terus meningkat dan peluang kerja terbuka lebar. Yang harus kita siapkan adalah sumber daya manusia agar mampu mengisi peluang tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 nilai investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp88 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 470 ribu orang. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar yang harus diimbangi dengan penguatan pendidikan vokasi.
“Yang perlu kita siapkan adalah sekolah vokasi, investasi padat karya, serta penguatan Balai Latihan Kerja agar tenaga kerja kita semakin siap,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung berbagai karya kreatif siswa, khususnya di bidang animasi dan industri kreatif digital yang selama ini menjadi salah satu keunggulan SMK Raden Umar Said.
Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menilai potensi talenta kreatif di Kudus memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat global, asalkan didukung dengan akses pasar yang lebih luas.
“Kami optimistis talenta-talenta muda di Kudus mampu bersaing secara global. Yang dibutuhkan adalah dukungan akses pasar agar karya mereka bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Menteri Perdagangan dapat membuka peluang baru bagi para siswa untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan karya mereka ke tingkat internasional.
“Kami berharap dengan kunjungan ini semakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan siswa untuk berkembang dan berkarya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pemerintah memiliki berbagai jalur promosi perdagangan internasional yang dapat dimanfaatkan untuk membantu produk maupun jasa dari daerah agar bisa masuk ke pasar global.
“Kami memiliki atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center yang tersebar di puluhan negara. Perannya untuk membantu meningkatkan ekspor, baik produk maupun jasa,” paparnya.
Ia menambahkan, jaringan tersebut dapat menjadi penghubung bagi talenta daerah, termasuk siswa SMK di Kudus, untuk memperkenalkan karya mereka kepada calon mitra di luar negeri.
“Nanti akan kita fasilitasi untuk bertemu dengan jaringan perdagangan tersebut agar produk dan jasa dari Kudus bisa dikenal lebih luas,” tandasnya. (*)








