KUDUS, Kaifanews — Kisah hidup Siti, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, yang bertahan tanpa hunian layak, akhirnya mengetuk perhatian pemerintah daerah. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton turun langsung meninjau kondisi tersebut pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Kunjungan itu menjadi respons cepat atas laporan masyarakat yang masuk, sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir jajaran pemerintah kecamatan dan desa, unsur TNI-Polri, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

 

“Ini bentuk kehadiran kami bersama lintas sektor. Kami datang langsung melihat kondisi Bu Siti bersama jajaran, mulai dari kecamatan, desa, TNI-Polri hingga OPD terkait,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, laporan dari warga langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk persoalan pendidikan anak Siti yang sempat terhenti.

 

“Kami datangi di momen Hari Pendidikan Nasional, dan anaknya ternyata sempat putus sekolah. Tadi langsung ditindaklanjuti, dari Disdikpora dan PGRI siap mendampingi agar bisa sekolah lagi,” katanya.

 

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton berbincang hangat dengan Siti dan anaknya di hunian tak layak huni pinggir sungai Desa Gondangmanis

Menurutnya, anak Siti berkeinginan melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMP dan SMA. Bahkan, skema sekolah siang dipertimbangkan agar tetap bisa membantu orang tua di pagi hari.

 

“Anaknya ingin melanjutkan sekolah. Kita fasilitasi, termasuk opsi sekolah siang supaya tetap bisa membantu orang tuanya bekerja,” paparnya.

 

Sebagai langkah awal, bantuan kebutuhan dasar langsung disalurkan di lokasi. Mulai dari selimut, kasur, hingga bahan pangan pokok diberikan untuk meringankan beban keluarga tersebut.

 

“Kami dari pemerintah, baik pemkab, kecamatan, desa, hingga TNI-Polri hadir untuk membantu. Bantuan langsung sudah kami serahkan berupa selimut, kasur, sembako, beras, dan lainnya,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengupayakan pembangunan rumah layak huni bagi Siti melalui berbagai skema kolaborasi.

 

“Nanti akan kita bantu melalui program rumah sederhana layak huni. Kita masukkan dalam backlog, bisa melalui Baznas maupun dukungan pihak swasta seperti Djarum, Nojorono, Bank Jateng, dan Pura,” ujarnya.

 

Terkait lokasi tempat tinggal Siti yang berada di tepi sungai dan dinilai kurang aman, pemerintah juga menyiapkan langkah teknis lanjutan dengan melibatkan instansi terkait.

 

“Kondisi lahannya memang perlu penanganan khusus karena di tepi sungai. Saya sudah instruksikan untuk didokumentasikan dan dikoordinasikan ke Dinas PUPR serta BBWS,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Siti tak kuasa menahan haru atas perhatian yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar menjadi jalan perubahan bagi keluarganya.

 

“Saya sangat berterima kasih sudah diperhatikan dan dibantu. Semoga anak saya bisa sekolah lagi dan kami bisa punya rumah yang layak,” tandasnya. (*)