KUDUS, Kaifanews – Sebuah pertunjukan seni monolog bertajuk “Ular di Meja Revolusi” akan segera digelar di Auditorium UMK (Universitas Muria Kudus) pada Kamis, 9 April 2026 pukul 19.30 WIB.
Joind Bayuwinanda sebagai tokoh utama pementasan monolog akan membawa refleksi mendalam bagi lintas generasi untuk memiliki keberanian dalam berpikir.
“Mengangkat sosok Tan Malaka dalam monolog tidak hanya dihadirkan sebagai figur sejarah, melainkan sebagai suara yang terus hidup dan berdialog dengan realitas masa kini,” ujarnya Selasa siang Rabu, 8 April 2026.
Menurut Joind Bayuwinanda, Tan Malaka diposisikan dekat dengan dinamika generasi saat ini.
“Tan Malaka yang akan kita visualisasikan sangat reflektif dengan Generasi Milenial dan Gen-Z, menjadikan monolog ini relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tambahnya.

Tak hanya pementasan, acara ini juga dirangkai dengan diskusi menarik yang dipimpin oleh Ruly Harmadi, membuka ruang refleksi dan pertukaran gagasan bagi para penonton. Selain itu, akan hadir pula sentuhan seni visual melalui karya mural yang digarap oleh Edi Bonetski, menambah dimensi artistik dalam keseluruhan pengalaman acara.
Menariknya, Kudus menjadi kota pertama dalam rangkaian pementasan monolog ini. Setelah Kudus, pertunjukan akan berlanjut ke Solo pada 12 April dan Bogor pada 14 April 2026.
Pertunjukan ini menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Penonton tidak hanya diajak untuk melihat dan mendengar, tetapi juga untuk menafsirkan kembali pemikiran Tan Malaka yang seolah ‘dihidupkan kembali’ di atas panggung. Sebuah pengalaman reflektif yang mengajak generasi muda untuk berpikir kritis, berani, dan sadar akan perannya di masa kini. (*)






