KUDUS, Kaifanews — Perhelatan budaya Dandangan 2026 semakin semarak dengan hadirnya ratusan pelaku UMKM, hiburan dan permainan interaktif.
Salah satu yang menarik perhatian ribuan pengunjung pada sore hari ini adanya Karnaval barongsai yang digelar BRI Cabang Kudus pada Sabtu (14/2/2026) sore.
Selain memeriahkan suasana, keberadaan Barongsai dimanfaatkan untuk memperluas literasi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM. Fokus utamanya adalah mendorong penggunaan sistem pembayaran digital QRIS agar transaksi usaha lebih praktis dan tercatat rapi.
Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto, menilai Dandangan sebagai momentum strategis untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
“Event budaya ini dampaknya luar biasa bagi masyarakat dan gaungnya sudah nasional. Kami hadir untuk mendorong literasi keuangan sekaligus mempermudah transaksi UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendala utama pelaku usaha kecil tidak hanya soal modal, tetapi juga administrasi keuangan yang belum tertata. Melalui QRIS, setiap transaksi non-tunai otomatis tercatat sehingga bisa menjadi rekam jejak usaha saat mengakses pembiayaan perbankan.
“Transaksi cashless langsung masuk rekening sehingga membantu validasi usaha. Ini bukan sekadar alat bayar, tapi juga membuka peluang akses permodalan,” jelasnya.
Saat ini pembuatan QRIS semakin mudah melalui aplikasi merchant BRI tanpa biaya. Pedagang cukup memiliki rekening agar seluruh transaksi tercatat secara sistematis. Di arena Dandangan 2026 sendiri, sekitar 400 pedagang sudah menggunakan QRIS.
Sementara itu, Managing Director Manajemen Dandangan 2026, Anjas Pramono, menyebut antusiasme masyarakat tahun ini meningkat tajam. Berdasarkan pantauan panitia, jumlah pengunjung bahkan sempat menembus sekitar 5.000 orang dalam satu malam.
“Pengunjung sangat ramai, bahkan beberapa ruas jalan sempat padat. Alhamdulillah acara berjalan lancar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan jumlah pedagang tahun ini diperkirakan lebih dari seribu, termasuk yang membuka lapak di area sekitar lokasi acara. Kondisi tersebut menunjukkan perputaran ekonomi masyarakat cukup tinggi selama festival berlangsung.
“Kami mendukung kolaborasi dengan sektor perbankan dalam mendorong transaksi digital, sistem pembayaran non-tunai membuat transaksi lebih praktis dan aman,” tandasnya.








