KUDUS, Kaifanews — Suasana di depan Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis 23 April 2026 sore, mendadak tegang. Ratusan orang bergerombol, membawa spanduk dan berteriak lantang menyuarakan tuntutan. Arus lalu lintas dialihkan, sementara aparat berseragam lengkap mulai membentuk barikade.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba merangsek mendekati Kantor Bupati Kudus. Petugas pun bersiaga, sebagian melakukan negosiasi, lainnya bersiap dengan perlengkapan pengendalian massa. Di beberapa titik, kendaraan taktis hingga unit K9 tampak diturunkan.

Namun, ketegangan itu perlahan terurai. Aksi yang sempat dikira unjuk rasa sungguhan tersebut ternyata hanyalah simulasi penanganan konflik sosial yang digelar Polres Kudus.

Latihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kudus.

Aksi Demo Memanas di Depan Pendapa Kudus, Polisi Turunkan Ratusan Personel
Suasana memanas di depan Pendapa Kabupaten Kudus saat anggota kepolisian berusaha mengendalikan situasi kondusifitas dari massa. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin langsung jalannya simulasi yang melibatkan lintas instansi, mulai dari TNI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP.

Dihadapan Bupati Kudus Samani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton yang juga hadir, sebanyak 439 personel diterjunkan, mencakup tim negosiator, Dalmas awal dan lanjut, unit Raimas, tim penegakan hukum, hingga satuan pendukung lainnya. Mereka menjalankan skenario berjenjang, mulai dari kondisi hijau hingga merah.

Dalam simulasi tersebut, digambarkan adanya gejolak sosial yang berkembang menjadi aksi unjuk rasa hingga berpotensi anarkis. Massa diarahkan bergerak menuju kantor pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi, sementara aparat melakukan pengamanan objek vital dan pengendalian situasi.

Pendekatan yang digunakan pun beragam, mulai dari cara persuasif dan negosiasi humanis, hingga tindakan tegas terukur sesuai standar operasional prosedur.

“Latihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk kesiapan nyata Polres Kudus bersama stakeholder terkait dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo.

Aksi Demo Memanas di Depan Pendapa Kudus, Polisi Turunkan Ratusan Personel
Suasana memanas di depan Pendapa Kabupaten Kudus saat anggota kepolisian berusaha mengendalikan situasi kondusifitas dari massa. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.

“Melalui latihan ini kami juga menginventarisir kebutuhan sarana dan prasarana agar pelaksanaan tugas bisa berjalan efektif dan optimal,” paparnya.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah konflik sosial agar tidak berkembang lebih luas. Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai sangat penting.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas kamtibmas membutuhkan kolaborasi semua unsur, agar masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas berjalan kondusif,” tegasnya.

Usai simulasi, seluruh personel mengikuti apel konsolidasi sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan ke depan. (*)