KUDUS, Kaifanews – Suasana Pendapa Kabupaten Kudus dipenuhi semangat dan antusiasme masyarakat saat mengikuti acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina, Senin 20/7/2026 dini hari. Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan laga puncak yang berlangsung menegangkan hingga babak perpanjangan waktu.
Acara nobar tersebut turut dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Dandim 0722/Kudus, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menikmati atmosfer final Piala Dunia.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Baik Spanyol maupun Argentina saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang. Skor imbang selama 90 menit memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu selama 2×15 menit. Pada akhirnya, Spanyol berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Argentina dan memastikan diri keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti nobar. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang menikmati pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia mengajak masyarakat mengambil pelajaran positif dari permainan tim nasional Spanyol yang tampil disiplin, solid, dan mengutamakan kerja sama tim dibandingkan kepentingan individu.
“Semangat kebersamaan, disiplin, dan kekompakan yang ditunjukkan para pemain Spanyol patut menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja sama tim yang baik tanpa mengedepankan ego masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh peserta nobar untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah acara selesai. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik tetap bersih dan nyaman.

Tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan nobar juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Ramainya pengunjung dinilai mampu meningkatkan aktivitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Bupati berharap momentum kebersamaan melalui kegiatan seperti ini dapat terus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat Kudus. Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, pelaku UMKM diharapkan memperoleh tambahan pendapatan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. (*)








