JAKARTA, Kaifanews – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, secara terbuka membongkar strategi “perlawanan” pemerintah terhadap ancaman stunting dan kemiskinan melalui pemberian insentif masif sebesar Rp 6 juta per hari bagi 24.000 Satuan Pelayanan (dapur) Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Insentif sebesar Rp 6 juta tersebut dialokasikan untuk membiayai operasional harian, mulai dari upah juru masak hingga pembelian bahan baku segar dari petani lokal. Kebijakan ini merupakan upaya konkret Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan distribusi kekayaan negara dirasakan langsung oleh masyarakat paling bawah.
Setiap Satuan Pelayanan MBG dirancang untuk melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Dadan menegaskan bahwa dana tersebut adalah investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif.
“Uang sebesar Rp 6 juta per hari itu dikirimkan langsung ke rekening Satuan Pelayanan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kami melawan kemiskinan di desa dengan cara memastikan uang tersebut dibelanjakan untuk telur, sayur, dan daging dari peternak serta petani sekitar,” tegas Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Pemerintah menekankan bahwa keberadaan 24.000 dapur ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang masif di setiap daerah. Hal ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di tingkat komunitas.
“Ini adalah perang kita terhadap ketimpangan. Dengan 24.000 titik dapur, kita tidak hanya memberikan gizi, tapi kita sedang menyebar pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh pelosok tanah air,” tambah Dadan Hindayana dengan nada optimis.
Badan Gizi Nasional juga memastikan adanya sistem pengawasan ketat agar dana insentif tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Transparansi penggunaan anggaran menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional ini.
“Kami tidak main-main dengan kualitas makanan dan kejujuran anggaran. Setiap rupiah harus dikonversi menjadi protein dan karbohidrat berkualitas bagi anak-anak kita agar mereka siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas sumber resmi Badan Gizi Nasional.
Pemerintah menargetkan seluruh Satuan Pelayanan ini dapat beroperasi secara penuh dalam waktu dekat di seluruh kabupaten/kota. Dengan dukungan logistik yang kuat, program MBG diprediksi akan menjadi salah satu pilar ekonomi terkuat Indonesia dalam menghadapi guncangan ekonomi global di masa depan.








