Kaifanews – Suasana Masjid Baitul Izzah di Perumahan Gunungbedah, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Sabtu (21/2/2026) sore, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah personel Satlantas Polresta Pati hadir bukan untuk melakukan penindakan lalu lintas, melainkan menggelar kegiatan Ramadhan Safety Class yang dikemas melalui pembelajaran mengaji bersama santri TPQ Darul Fikri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati IPTU Gunawan S, S.H., bersama anggota Unit Kamsel. Kehadiran polisi di tengah aktivitas keagamaan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Para personel kepolisian tampak membaur bersama anak-anak TPQ mengikuti pengajian, sekaligus memberikan pembinaan karakter di momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Selain mengajarkan nilai-nilai keselamatan, petugas juga ikut membimbing santri membaca Al-Qur’an sehingga tercipta suasana pembelajaran yang hangat dan interaktif.

IPTU Gunawan menyampaikan materi mengenai pentingnya akhlakul karimah atau perilaku terpuji sebagai bekal kehidupan anak-anak sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Nilai sopan santun, tanggung jawab, dan kedisiplinan harus ditanamkan sejak kecil,” ujarnya.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan edukatif bernuansa religius.

“Melalui Ramadhan Safety Class ini, kami ingin membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak. Mereka adalah generasi penerus yang perlu ditanamkan nilai disiplin, etika, dan kepatuhan sejak dini,” katanya.

Menurutnya, pendidikan agama dan pembinaan karakter memiliki hubungan erat dengan perilaku tertib berlalu lintas di masa depan. Anak-anak yang dibiasakan menghormati orang tua, guru, serta lingkungan sekitar akan lebih mudah memahami pentingnya keselamatan dan kepatuhan hukum.

“Keselamatan lalu lintas bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal karakter. Jika sejak kecil anak sudah diajarkan tanggung jawab dan kepedulian, maka kelak mereka akan menjadi pengguna jalan yang tertib,” jelasnya.

Kompol Riki menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari pelayanan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi hadir bukan hanya saat ada pelanggaran, tetapi juga dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat,” tandasnya.