KUDUS, Kaifanews — Laga sarat emosi tersaji dalam derby Jawa Tengah saat Persiku Kudus menjamu PSIS Semarang pada pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Wergu Wetan, Sabtu 11 April 2026 sore.
Pertandingan berakhir dramatis dengan skor imbang 3-3 setelah kedua tim saling berbalas gol hingga menit akhir.
Persiku langsung tampil menekan sejak peluit awal. Peluang cepat hadir di menit ke-4 melalui kerja sama Hugo Samir dan Bima Wiknu, namun sepakan keras masih mampu diamankan kiper PSIS, Fabio Londok.
Tim tamu mulai keluar dari tekanan dan menciptakan ancaman. Pada menit ke-18, Rafinha hampir membuka keunggulan, tetapi tendangannya masih melambung. PSIS akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-24 lewat sundulan Beto Goncalves yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Skor berubah 0-1.
Petaka bagi tuan rumah belum berhenti. Di penghujung babak pertama, tepatnya menit 45+6, Rafael Rafinha menggandakan keunggulan PSIS melalui tendangan bebas yang tak mampu dibendung kiper Persiku. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persiku tampil dengan intensitas berbeda. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-53 setelah Igor Henrique dijatuhkan di kotak penalti. Wasit Fauzan Arifin menunjuk titik putih usai melihat tayangan VAR. Igor yang maju sebagai eksekutor sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Persiku. Serangan terus digencarkan hingga akhirnya gol penyeimbang lahir di menit ke-76 lewat tendangan bebas Caique Sousa yang meluncur ke sisi kiri gawang. Skor berubah menjadi 2-2 dan membakar semangat publik Wergu Wetan.
Pertandingan semakin memanas dengan tensi tinggi di lapangan. Drama puncak terjadi di masa injury time saat wasit kembali menunjuk titik putih untuk Persiku setelah VAR mengonfirmasi adanya handsball pemain PSIS.
Keputusan itu sempat menuai protes keras dari kubu tamu. Eksekusi pertama Igor Henrique berhasil ditepis kiper Raka Okta, namun penalti harus diulang karena kiper dinilai bergerak lebih dulu. Pada kesempatan kedua, Igor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Persiku berbalik unggul 3-2 di menit 90+29.
Saat kemenangan sudah di depan mata, PSIS menunjukkan mental pantang menyerah. Rafael Rafinha kembali menjadi momok bagi lini belakang Persiku dengan golnya di menit 90+38 yang memaksa laga berakhir imbang 3-3.
Tambahan satu poin membuat Persiku masih bertahan di peringkat tujuh klasemen, namun belum sepenuhnya aman dari ancaman zona degradasi. Di sisi lain, hasil ini juga memaksa PSIS terus berjuang keras di sisa musim demi menjaga asa bertahan di kompetisi.
“Pertandingan berjalan sangat ketat dan penuh drama. Kami sudah berjuang maksimal, tapi hasilnya memang harus kami terima,” ujar pelatih Persiku Bambang Pujo Sumantri. (*)








