KUDUS, Kaifanews — Raut bahagia bercampur haru terlihat dari wajah Vanessa Putri Adelia usai dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik Program Studi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Kudus dalam Wisuda ke-31 UMKU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perempuan asal Perambatan Kidul itu mengaku tak pernah menyangka bisa meraih predikat tersebut dengan IPK 3,64. Vanessa bahkan menyebut pencapaian ini terasa di luar ekspektasinya.

“Jujur enggak nyangka bisa jadi yang terbaik. Alhamdulillah,” ujarnya sambil tersenyum.

Vanessa menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, dosen, teman-teman, hingga orang-orang yang selama ini terus mendukung perjalanannya selama kuliah.

“Terima kasih buat keluarga aku, dosen-dosen, teman-teman, dan semua orang baik yang selalu support aku,” katanya.

Selama menempuh pendidikan sekitar 3,5 tahun, Vanessa mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga yang perlahan mengubah dirinya. Ia bercerita, dulu dikenal sebagai pribadi yang sangat introvert dan kurang percaya diri.

Namun lingkungan kampus dan berbagai pengalaman organisasi membuatnya berkembang hingga mampu berada di titik sekarang.

“Awalnya aku benar-benar introvert akut. Tapi di sini aku banyak belajar dan bisa mengembangkan potensi diri,” ucapnya.

Vanessa juga aktif di organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Kebidanan selama satu periode. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi salah satu proses penting yang membentuk keberanian dan kemampuan dirinya.

Ia mengenang, suka duka paling berkesan selama kuliah justru datang dari kebersamaan bersama teman-temannya.

“Kalau sukanya karena punya teman-teman yang baik dan saling support satu sama lain. Dukanya paling cuma pas kejar deadline tugas,” katanya sambil tertawa.

Dari Introvert Hingga MC, Kisah Inspiratif Vanessa Raih Nilai Tinggi Sarjana Kebidanan 
Wisudawati terbaik S1 Kebidanan UMKU, Vanessa Putri Adelia, usai mengikuti prosesi Wisuda ke-31 Universitas Muhammadiyah Kudus di Crystal Building. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Salah satu titik balik terbesar dalam hidupnya terjadi saat dirinya berhasil mendapatkan beasiswa. Dari momen itu, Vanessa merasa mulai menemukan kemampuan dan potensi yang sebelumnya belum pernah ia sadari.

“Pas keterima beasiswa itu aku merasa potensi dalam diri aku mulai keluar. Dari situ aku belajar banyak sampai akhirnya bisa di titik ini,” jelasnya.

Di balik pencapaiannya, ada sosok yang paling ia kenang dan menjadi motivasi terbesar, yakni almarhum ayahnya. Dengan suara bergetar, Vanessa mengaku sedih karena belum sempat menunjukkan pencapaiannya secara langsung kepada sang ayah.

“Yang paling memotivasi tentu keluarga, terutama almarhum bapak yang selalu support aku jadi bidan sampai sekarang. Sayangnya aku belum bisa menunjukkan langsung ke beliau,” ujarnya lirih.

Meski demikian, Vanessa percaya sang ayah tetap melihat perjuangannya dari tempat terbaik.

Ke depan, perempuan 22 tahun itu ingin melanjutkan profesi kebidanan sebelum nantinya melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Sambil menunggu proses memperoleh STR, Vanessa berencana menjalani berbagai pekerjaan sampingan, mulai dari berjualan dessert hingga menerima pekerjaan sebagai MC.

Selain aktif di dunia akademik, Vanessa juga memiliki hobi membuat kue, menulis, dan olahraga.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah nantinya benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat, sesuai cita-citanya sejak kecil untuk terjun langsung membantu banyak orang melalui profesi bidan.

“Semoga doa ini bisa terwujud dan aku benar-benar bisa membantu masyarakat,” ucapnya penuh harap. (*)