MUSIK, Kaifanews — Perjalanan Muna Muni Band asal Kabupaten Kudus menuju titik sekarang tidak lahir dari proses yang mudah. Hampir satu dekade bermusik sejak 2016, kelompok ini mengaku telah melewati berbagai tantangan, perbedaan pemikiran, hingga pergantian arah bermusik sebelum akhirnya mulai menikmati perjalanan mereka sebagai sebuah band.
Gitaris sekaligus salah satu personel, Johanes Luluk mengatakan, Muna Muni diambil dari singkatan MUsic NAtion MUsic NIce yang berarti nyaman untuk didengarkan semua kalangan. Sedangkan perjalanan mereka yang hampir 10 tahun tersebut menjadi proses panjang untuk membentuk karakter dan kematangan bermusik.
“Perjalanan karier jelas jatuh bangun. Tidak ada yang mulus, penuh tantangan, drama, dan perjuangan. Tapi yang penting kami bisa menghadapi semuanya dengan rasa senang dan bahagia menikmati proses sampai bisa berada di titik ini,” ujarnya saat ditemui pada Senin 31 Agustus 2026.
Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi di dalam tubuh band justru menjadi bagian penting dalam perjalanan Muna Muni. Perbedaan misi, pemikiran, hingga sensitivitas antarpersonel pernah mereka hadapi.
Namun, setelah melalui berbagai fase tersebut, para personel mulai menemukan cara untuk menikmati musik tanpa terlalu terbebani dengan dinamika yang pernah terjadi.
“Kami sudah melalui semua itu. Sekarang justru mulai merasakan enaknya bermusik dan bagaimana menikmati musik. Itu yang menjadi bagian dari perjalanan kami,” katanya.
Sejak terbentuk pada 2016, Muna Muni juga belum menetapkan satu karakter musik secara permanen. Johanes menyebut band tersebut sempat mencoba berbagai jenis musik, mulai dari musik ambient, dangdut klasik, pop, hingga genre lainnya.
Menurut dia, proses mencoba berbagai karakter musik tersebut merupakan bagian dari metamorfosis Muna Muni sebelum akhirnya menemukan warna yang benar-benar merepresentasikan mereka.
“Karakter Muna Muni masih bermetamorfosa, masih berubah-ubah mengikuti segmen. Kami pernah mencoba semua jenis musik. Dari ambient, dangdut klasik, pop, apa pun kami coba. Tapi ke depan kami ingin punya karya yang benar-benar menjadi jati diri Munamuni,” jelasnya.
Dari perjalanan tersebut, Muna Muni telah menghasilkan sejumlah karya. Setidaknya ada dua single yang sudah pernah mereka rilis. Salah satunya berjudul “Lawas Pie” yang memiliki karakter musik ambient.
Namun, perjalanan karya tersebut juga menyimpan cerita personal bagi Muna Muni. Vokalis mereka sebelumnya, Tegar, telah meninggal dunia. Setelah itu, Munamuni kembali melakukan penyesuaian dan sempat merilis karya bersama vokalis perempuan, Novi.
“Lagu yang kedua bersama Mbak Novi itu intinya membawa positive vibe, tentang semangat dan bagaimana kita terus maju. Untuk album selanjutnya, kami ingin lagu-lagu yang kami buat punya pesan yang lebih kuat,” ungkap Johanes.
Muna Muni kini juga mulai mempersiapkan langkah yang lebih besar. Setelah merilis beberapa single, mereka menargetkan untuk meluncurkan album. Jika tidak terealisasi tahun ini, album tersebut ditargetkan dapat dirilis pada 2027.
Di sisi lain, kiprah Muna Muni tidak hanya berlangsung di panggung-panggung musik lokal. Mereka beberapa kali dipercaya mengisi berbagai kegiatan besar yang digelar di Kudus, termasuk event olahraga dan kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Salah satunya ketika Muna Muni tampil dalam rangkaian Srikandi Merdeka Cup. Bagi Johanes, kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena acara itu memiliki skala internasional.
“Ini salah satu achievement bagi kami. Acara Srikandi bertaraf internasional. Kami juga pernah ikut meramaikan event nasional seperti badminton, PON, dan bela diri. Rasanya senang sebagai warga Kudus ketika band lokal bisa memberikan yang terbaik untuk para tamu dan peserta yang datang ke Kudus,” tuturnya.
Pihaknya berharap perjalanan Muna Muni dapat terus berkembang sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda Kudus untuk berani berkarya, memberikan motivasi agar mereka tidak takut mengembangkan kreativitas di bidang musik.
“Kami berharap adik-adik yang masih SMP dan SMA bisa lebih baik dari kami. Generasi berikutnya harus lebih keren. Kudus pasti akan punya banyak kegiatan keren, dan mereka adalah penerus yang bisa memberikan kreativitas terbaik untuk Kota Kretek,” tandasnya.
Saat ini Muna Muni diperkuat Johanes Luluk pada gitar, Muna Assibith pada keyboard, Teddy Afrianto pada drum, Agus pada bass, serta Topar dan Falih sebagai vokalis.








