Perjalanan jauh ditempuh Siti Athiyyah Salsabila. Ditemani sang ayah, Hasan Samiun, mereka berangkat dari Mimika, Timika, Papua Tengah mengikuti Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews


KUDUS, Kaifanews — Perjalanan jauh tak menyurutkan langkah para pebulutangkis muda yang datang ke Kudus. Mereka membawa satu tujuan: menunjukkan kemampuan terbaik di GOR Djarum, Jati, demi membuka jalan menjadi atlet binaan PB Djarum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satunya Austin Christian, peserta asal Pekanbaru yang kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus. Ini bukan kali pertama Austin mengikuti proses seleksi. Sebelumnya, ia juga telah menjajal Audisi Umum di kota asalnya.

Kegagalan pada kesempatan pertama tidak membuat Austin berhenti. Ia justru kembali mencoba dengan membawa motivasi dan pengalaman baru untuk menghadapi persaingan di Kudus.

Bagi Austin, PB Djarum merupakan salah satu klub besar yang ingin ia masuki. Ia pun bertekad terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman bertanding.

“Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding karena aku ingin menjadi juara dunia,” kata Austin.

Tekad tersebut mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Bambang Suri Widodo. Perjalanan menuju Kudus tentu membutuhkan waktu dan biaya, tetapi Bambang melihat pengalaman yang didapat Austin jauh lebih penting untuk perjalanan kariernya.

Menurut Bambang, anaknya perlu mendapatkan pengalaman bertanding sebanyak mungkin sekaligus belajar mengendalikan diri ketika berada di lapangan.

“Saya melihat semangat Austin yang luar biasa untuk gigih mengejar mimpinya menjadi pebulutangkis. Ia memiliki tekad kuat untuk tetap berangkat ke Kudus. Menurut saya penting agar dia memiliki jam terbang dan melewati proses panjang ini,” ucap Bambang.

Ia juga terus mengingatkan Austin agar tidak terlalu terbebani target kemenangan ketika bertanding.

“Saya selalu berpesan, jangan pikirkan menangnya dulu tapi bagaimana bisa tenang di lapangan. Semoga ke depan, Austin bisa lebih siap secara mental, bermain lebih tenang dan semakin mengasah teknik bermain,” lanjutnya.

Perjalanan jauh ditempuh peserta muda Audisi Umum 2026 dari Pekanbaru, Austin Christian (kiri) dan Siti Athiyyah Salsabila (kanan) dari Timika, Papua Tengah saat mengikuti Audisi Umum PB Djarum dan berkesempatan foto bersama Legenda PB Djarum. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Cerita serupa datang dari Siti Athiyyah Salsabila yang datang dari Mimika, Timika, Papua Tengah. Bersama sang ayah, Hasan Samiun, Siti sengaja tiba di Kudus jauh sebelum pelaksanaan audisi.

Mereka bahkan datang sekitar dua pekan lebih awal. Langkah itu dilakukan agar Siti dan rekan-rekannya memiliki waktu untuk beradaptasi dengan kondisi di Kudus sekaligus mempersiapkan mental, fisik, dan teknik.

“Kami berprinsip datang ke Kudus tidak bisa setengah-setengah. Mental, ketahanan dan teknik bermain harus benar-benar dipersiapkan. Belajar dari pengalaman, kami sengaja datang ke Kudus sejak dua minggu lalu untuk menyesuaikan kondisi agar mereka bisa tampil maksimal dan enjoy bermain,” tutur Hasan.

Siti sendiri berhasil melewati fase screening dan melanjutkan perjuangannya di kategori KU-11. Berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah justru menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya.

“Seru sekali, mengikuti Audisi Umum PB Djarum berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah. Tapi aku tak gentar dan ingin terus bertanding. Aku akan berlatih keras untuk bisa jadi penerus prestasi Susi Susanti,” kata Siti.

Perjuangan para peserta masih berlanjut hingga fase turnamen yang berlangsung Jumat, 11 September 2026 hingga Minggu, 13 September 2026. Sebelumnya, pada Rabu, 9 September 2026 dan Kamis, 10 September 2026, peserta mengikuti fase screening melalui pertandingan satu gim 21 poin tanpa deuce atau setting.

Pada tahap turnamen, peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket, sedangkan peserta putri wajib menembus final. Namun, peluang tidak hanya terbuka bagi mereka yang mencapai babak tersebut.

Tim Pencari Bakat PB Djarum juga menyediakan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat bagi peserta yang dinilai memiliki potensi menjanjikan untuk dikembangkan meski tidak mencapai semifinal atau final.

Super Tiket pun belum menjadi garis akhir. Peserta yang mendapatkannya masih harus menjalani karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum. Di sana, kedisiplinan, teknik, kualitas permainan, serta kemampuan beradaptasi akan kembali dinilai sebelum mereka ditetapkan sebagai atlet binaan PB Djarum.