SURABAYA, Kaifanews — Delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berangkat membawa nama kampus ke Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026 bertajuk Surabaya Championship 2. Hasilnya, tujuh atlet berhasil membawa pulang medali sekaligus mengantarkan Tapak Suci UMKU menjadi Juara Umum 3 tingkat dewasa.
Tujuh medali tersebut terdiri atas empat emas, dua perak, dan satu perunggu. Capaian itu menjadi hasil dari persiapan para atlet yang digeber selama sekitar satu bulan sebelum pertandingan.
Empat medali emas masing-masing diraih Yohana Dino Avitasari dari S1 Keperawatan, Ratih Tyaz Olyvia dari S1 Teknik Industri, Muhammad Firman dari S1 Teknik Industri, serta Ardan Maulana dari S1 Ekonomi Syariah.
Sementara dua medali perak dibawa pulang Kirana Fajrani Rifa dari S1 Keperawatan dan Faqih Amir Muzzaki dari S1 Ilmu Komputer. Satu medali perunggu diraih Fahrizal Hisyam Alfatih dari D3 Keperawatan.
Ketua UKM Tapak Suci UMKU Muhammad Khoirul Anam mengatakan, pencapaian tersebut di luar ekspektasi. Apalagi dari delapan atlet yang diberangkatkan, hanya satu yang tidak berhasil mendapatkan medali.
“Kami sangat bangga dan bersyukur, bahkan kami tidak menyangka bisa menjadi Juara Umum. Rasanya bangga adik-adik tingkat begitu semangat mengikuti kejuaraan ini,” ujar Anam saat dikonfirmasi Selasa 22 September 2026.
Hasil tersebut tidak datang begitu saja. Para atlet menjalani program latihan intensif selama sebulan sebelum bertanding.
Pada pagi hari, atlet menjalani latihan mandiri sesuai arahan pelatih. Salah satu menu latihannya berupa lari selama 30 hingga 60 menit untuk menjaga sekaligus meningkatkan daya tahan fisik.
Latihan kemudian dilanjutkan pada sore hari bersama pelatih. Sesi tersebut lebih banyak difokuskan pada teknik dan persiapan menghadapi pertandingan.
Bekal latihan tersebut akhirnya dibawa ke arena Surabaya Championship 2. Anam mengakui, rasa gugup tetap muncul ketika para atlet mulai menjalani pertandingan, terutama pada awal laga.
“Meski waktu main ada sedikit gugup pas awal, tapi semuanya senang dengan hasil ini,” katanya.
Usai kejuaraan, latihan Tapak Suci UMKU tetap berjalan. Namun, intensitasnya akan dibuat lebih ringan dibandingkan masa persiapan pertandingan.
Anam juga membuka peluang bagi lebih banyak anggota UKM Tapak Suci UMKU untuk mendapatkan pengalaman bertanding pada kejuaraan berikutnya.
Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti di Surabaya Championship 2. Para anggota Tapak Suci UMKU diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nama kampus melalui berbagai kejuaraan pencak silat maupun bidang lainnya.
“Ke depan kami ingin memberikan kesempatan lebih banyak kepada anggota untuk mengikuti kejuaraan. Semoga semakin banyak mahasiswa UMKU yang bisa berprestasi di berbagai bidang,” tandasnya.








