KUDUS, Kaifanews — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Kudus mulai memperkuat pengawasan di sejumlah destinasi wisata menjelang tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan yang diprediksi akan mendatangkan lonjakan pengunjung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengawasan tersebut dilakukan dengan menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Wisata yang bertugas memastikan kesiapan destinasi, pelaku usaha, hingga fasilitas pendukung pariwisata agar tetap aman dan nyaman selama masa libur panjang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disbudpar Kudus Teguh Riyanto melalui Subkoordinator Destinasi Wisata M Aflah menjelaskan, pengawasan sudah dilakukan sejak sebelum libur Lebaran, selama masa liburan, hingga setelah periode wisata berakhir.

“Satgas Wisata kami terjunkan untuk memastikan seluruh destinasi siap menghadapi peningkatan kunjungan, mulai dari sebelum hingga setelah libur Lebaran,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada objek wisata, tetapi juga menyasar sektor pendukung seperti hotel, restoran, hingga pusat oleh-oleh. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh layanan pariwisata berjalan sesuai standar pelayanan.

“Kami juga melakukan monitoring terhadap pelaku usaha pariwisata agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, Disbudpar juga telah mengirimkan surat edaran kepada para pengelola destinasi dan pelaku industri wisata agar memperhatikan kualitas pelayanan, termasuk kebersihan, kelayakan fasilitas, serta penataan area parkir.

“Kami minta pengelola benar-benar memperhatikan kenyamanan pengunjung, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, maupun pengaturan parkir,” paparnya.

Untuk memperkuat kesiapan di lapangan, Disbudpar juga melakukan koordinasi lintas sektor bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami juga berkoordinasi dengan OPD terkait, stakeholder, serta TNI dan Polri agar kesiapan pengamanan dan pelayanan wisata bisa berjalan maksimal,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, koordinasi juga dilakukan bersama BPBD terkait mitigasi potensi bencana, serta Dinas Kesehatan yang menyiagakan tenaga medis selama periode libur.

Momentum Kupatan di Kudus sendiri akan berlangsung pada Sabtu 28 Maret 2026 atau hari kedelapan setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Tradisi ini dikenal selalu menarik ribuan pengunjung karena digelar serentak di beberapa lokasi.

Empat tradisi yang diperkirakan menjadi pusat keramaian yakni Sewu Kupat di Desa Colo Kecamatan Dawe, tradisi Bulusan di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Gebyar Kupatan di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, serta Syawalan Sendang Jodo di Desa Purworejo Kecamatan Bae.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Disbudpar berharap kunjungan wisata selama momentum Kupatan tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan.

“Kami berharap pengunjung merasa aman dan nyaman sehingga tertarik untuk kembali berwisata ke Kudus,” tandasnya. (*)