KUDUS, Kaifanews — Museum Kretek Kudus mendekatkan sejarah dan budaya lokal kepada dunia pendidikan melalui program Museum Kretek Keliling 2026. Kegiatan yang dibuka pada Senin, 12 Oktober 2026, menyasar lingkungan sekolah Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar museum semakin dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi peserta didik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan museum memiliki peran penting dalam mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda. Melalui program keliling, pengetahuan tentang museum diharapkan tidak hanya diperoleh saat siswa berkunjung langsung, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan pembelajaran di sekolah.

“Sejarah dan budaya Kudus perlu dikenalkan kepada generasi muda dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Museum bisa menjadi sumber belajar yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik,” demikian pesan Abdul Halil dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut.

Museum Kretek Jadi Sumber Belajar Sekolah

Program Museum Kretek Keliling tidak hanya memperkenalkan keberadaan museum, tetapi juga mendorong kepala sekolah dan guru memanfaatkan koleksi serta informasi sejarah sebagai bahan pembelajaran.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus dan PKBM Omah Dongeng Marwah. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan museum dalam proses belajar, pengenalan nilai sejarah kepada peserta didik, serta perencanaan kunjungan edukatif ke museum.

Melalui keterlibatan pihak sekolah, Museum Kretek diharapkan semakin dekat dengan kegiatan belajar-mengajar. Guru dapat menjadikan kunjungan museum sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk memperkaya pengetahuan siswa di luar ruang kelas.

Dongeng untuk Mengenalkan Sejarah Kretek

Salah satu materi yang diangkat dalam kegiatan tersebut ialah “Belajar Sejarah melalui Dongeng: Mengenal Museum dan Kretek dalam Semangat Kemerdekaan” yang disampaikan oleh PKBM Omah Dongeng Marwah.

Metode dongeng dipilih sebagai pendekatan untuk mengenalkan sejarah dengan cara yang lebih menarik bagi anak-anak. Cerita dapat membantu peserta didik memahami peristiwa dan nilai sejarah melalui penyampaian yang dekat dengan dunia mereka.

Pendekatan ini juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, terutama ketika menyampaikan materi sejarah dan budaya lokal kepada siswa usia dini dan sekolah dasar.

Mengenalkan Sejarah Kretek kepada Generasi Muda

Sejarah kretek menjadi bagian penting dari perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kudus. Karena itu, pengenalan sejarah tersebut dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan dan kegiatan kebudayaan.

Melalui Museum Kretek Keliling 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus mendorong sekolah agar tidak berhenti pada pengenalan museum, tetapi turut menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Program ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses pengetahuan sejarah dan budaya lokal bagi peserta didik, sehingga mereka dapat mengenal warisan daerahnya melalui pengalaman belajar yang lebih beragam. (*)