JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa 31 Maret 2026 pagi.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas ukuran satu gram kini dibanderol seharga Rp2.827.000 untuk harga dasar. Jika menyertakan pajak PPh 0,25 persen, pembeli kini harus membayar sebesar Rp2.834.068 per gram di butik resmi.
Kenaikan ini menandai tren positif pergerakan logam mulia pada hari terakhir di bulan Maret tahun ini. Emas batangan ukuran terkecil yakni 0,5 gram kini dihargai senilai Rp1.467.159 setelah penyesuaian pajak terbaru.
Fluktuasi harga ini terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan aset aman di tengah dinamika pasar keuangan global. Masyarakat disarankan untuk segera melakukan pengecekan harga rutin setiap pukul 08.30 WIB melalui kanal resmi perusahaan.
Rincian Harga Satuan Terbaru
Kenaikan harga emas hari ini berlaku merata untuk seluruh pecahan mulai dari bobot terkecil hingga terbesar. Untuk ukuran 1 gram, harga dasar tercatat sebesar Rp 2,827,000 dan untuk yang tertinggi 1.00 gram dengan harga Rp 2,767,600,000 pagi ini.
| Berat | Harga Dasar | Harga (+Pajak PPh 0.25%) | |
|---|---|---|---|
| Emas Batangan | |||
| 0.5 gr | 1,463,500 | 1,467,159 | |
| 1 gr | 2,827,000 | 2,834,068 | |
| 2 gr | 5,594,000 | 5,607,985 | |
| 3 gr | 8,366,000 | 8,386,915 | |
| 5 gr | 13,910,000 | 13,944,775 | |
| 10 gr | 27,765,000 | 27,834,413 | |
| 25 gr | 69,287,000 | 69,460,218 | |
| 50 gr | 138,495,000 | 138,841,238 | |
| 100 gr | 276,912,000 | 277,604,280 | |
| 250 gr | 692,015,000 | 693,745,038 | |
| 500 gr | 1,383,820,000 | 1,387,279,550 | |
| 1000 gr | 2,767,600,000 | 2,774,519,000 | |
Pemerintah mengenakan pajak PPh 0,25 persen bagi setiap pembelian emas batangan di gerai resmi milik PT Antam. Pembeli wajib membawa kartu identitas diri yang valid guna mendapatkan bukti potong pajak sesuai regulasi perpajakan.
Kenaikan harga di akhir Maret ini diprediksi akan memperkuat minat masyarakat untuk terus berinvestasi pada logam mulia. Banyak warga memilih emas untuk mengamankan nilai kekayaan mereka dari potensi penurunan daya beli mata uang harian.








