Kaifanews – Berdasarkan laporan petugas kesehatan di lapangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima laporan pelayanan kesehatan dari sejumlah pos kesehatan mudik di 38 provinsi pada tahun lalu.
Data menunjukkan sebanyak 822 pemudik mendapatkan pelayanan di pos kesehatan mudik, terdiri atas 672 usia dewasa, 102 anak, dan 48 lansia. Jumlah penderita penyakit tersebut didasarkan pada kunjungan pemudik ke pos kesehatan.
Selama periode arus mudik Lebaran, berbagai pos kesehatan didirikan di sejumlah jalur utama untuk memberikan layanan medis bagi para pemudik. Pos-pos kesehatan ini biasanya tersebar di rest area jalan tol, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga titik-titik jalur mudik yang padat. Kondisi ini umumnya dialami oleh pemudik yang melakukan perjalanan jauh dengan waktu tempuh yang panjang.
Dari sejumlah tersebut, pemudik dewasa dan lansia paling banyak menderita hipertensi, diikuti nyeri otot, sakit kepala, flu, dan gastritis atau nyeri lambung. Sementara itu, pasien anak paling banyak menderita flu, nyeri otot, nyeri lambung, dan diare.
Petugas kesehatan menyebutkan bahwa kelelahan, kurang istirahat, stres selama perjalanan, serta pola makan yang tidak teratur menjadi faktor yang dapat memicu peningkatan tekanan darah pada pemudik. Terlebih bagi mereka yang memang memiliki riwayat hipertensi sebelumnya.
Perjalanan mudik yang memakan waktu berjam-jam sering membuat pemudik sulit menjaga pola hidup sehat. Banyak pengemudi maupun penumpang yang kurang tidur, jarang bergerak, serta mengonsumsi makanan cepat saji atau minuman berkafein untuk menjaga stamina selama perjalanan. Kondisi tersebut dapat memperburuk tekanan darah.
Selain hipertensi, beberapa keluhan lain yang juga cukup sering ditemukan di pos kesehatan mudik antara lain kelelahan, pusing, mual, gangguan pencernaan, serta nyeri otot akibat duduk terlalu lama selama perjalanan.
Tenaga medis yang berjaga di pos kesehatan biasanya memberikan pemeriksaan tekanan darah, pemberian obat ringan, serta saran kesehatan kepada para pemudik. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemudik akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Petugas kesehatan juga mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki riwayat hipertensi, untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan mudik. Pemudik disarankan untuk membawa obat rutin, memeriksa tekanan darah sebelum berangkat, serta menjaga pola makan selama perjalanan.
Selain itu, pemudik juga dianjurkan untuk beristirahat secara berkala setiap beberapa jam perjalanan. Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil serta mencegah tekanan darah meningkat.
Mengatur waktu perjalanan, mengonsumsi makanan yang lebih sehat, memperbanyak minum air putih, serta menghindari stres selama perjalanan juga dapat membantu menjaga kesehatan selama mudik.
Dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan memanfaatkan fasilitas pos kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman hingga tiba di kampung halaman.(*)








