KUDUS, Kaifanews — Upaya memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Kudus terus dilakukan. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton meresmikan Gedung IGD dan PONEK serta Gedung Stroke dan Onkologi (Fresia) di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Rabu (11/2/2026).
Peresmian fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin cepat, modern, dan menyeluruh bagi masyarakat.
Bupati Sam’ani menegaskan, peningkatan fasilitas kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Penambahan Gedung IGD, PONEK, serta Stroke dan Onkologi ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang prima, cepat, tepat, dan profesional. Fasilitas yang semakin lengkap harus diimbangi peningkatan kualitas SDM serta sistem pelayanan yang terintegrasi,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan layanan kegawatdaruratan, kesehatan ibu dan bayi, serta penanganan stroke dan kanker menjadi kebutuhan penting yang harus terus direspons pemerintah daerah. Ia berharap RSUD dr. Loekmono Hadi semakin mampu menjadi rumah sakit rujukan unggulan di kawasan Pantura Timur.
“Kami ingin RSUD Kudus semakin unggul dan mampu menjadi rujukan terdepan. Inovasi pelayanan harus terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan optimal dan berstandar tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menjelaskan pembangunan Gedung IGD dan PONEK menghabiskan anggaran sekitar Rp6,86 miliar.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan kegawatdaruratan serta obstetri neonatal emergensi komprehensif bagi ibu dan bayi.
“Gedung IGD dan PONEK kami siapkan untuk memastikan respons cepat dalam penanganan kasus darurat sekaligus pelayanan komprehensif bagi ibu dan bayi,” jelasnya.
Selain itu, Gedung Stroke dan Onkologi dibangun dengan anggaran sekitar Rp44,6 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Gedung lima lantai tersebut difokuskan sebagai pusat layanan terpadu bagi pasien stroke dan kanker dengan fasilitas lebih lengkap dan modern.
“Gedung Stroke dan Onkologi ini akan menjadi pusat layanan terpadu, sehingga penanganan pasien stroke dan kanker bisa dilakukan lebih komprehensif,” jelas dr. Mustiko.
“Dengan hadirnya dua fasilitas baru ini, kami berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal, sistem rujukan semakin kuat, serta kebutuhan layanan medis dapat ditangani lebih cepat dan profesional,” tandasnya.








