KUDUS, Kaifanews – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi global terus dilakukan oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satunya melalui peluncuran International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Jawa Tengah, yang diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, pada Sabtu 13 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Cambridge University Press and Assessment tersebut dihadirkan sebagai inovasi pembelajaran untuk membekali peserta didik dengan kompetensi global sejak jenjang sekolah dasar. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbahasa internasional, literasi digital, kreativitas, serta keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kehadiran kelas internasional sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional tanpa mengesampingkan aksesibilitas dan keterjangkauan bagi masyarakat.

Menurutnya, International Class Program dapat menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki daya saing global sekaligus mampu mewujudkan cita-cita mereka di masa depan.

“Kami berharap kelas internasional ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan di era global,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa penyelenggaraan program tersebut mencerminkan semangat partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional. Peran lembaga pendidikan swasta dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Sementara itu, Country Head Cambridge University Press and Assessment Indonesia, Sonya Tobing, menyampaikan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen Cambridge dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dengan sekolah dan para pendidik.

Menurutnya, peserta didik perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global yang terus berkembang. Namun demikian, penguatan kompetensi global tetap harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas nasional dan nilai-nilai budaya lokal.

“Kami optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat luas,” katanya.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Amrina Faatihatun Nisa, menjelaskan bahwa tantangan pendidikan di masa depan menuntut peserta didik memiliki kemampuan yang lebih kompleks. Selain prestasi akademik, siswa juga perlu memiliki keterampilan komunikasi lintas budaya, penguasaan bahasa internasional, literasi digital, kreativitas, serta karakter yang kuat.

Oleh karena itu, International Class Program dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu memperluas wawasan global peserta didik tanpa menghilangkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Program ini tidak hanya bertujuan agar siswa mampu berbahasa asing, tetapi juga memiliki wawasan internasional, karakter yang kuat, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air,” jelasnya.

Dengan diluncurkannya International Class Program, SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus berharap dapat menjadi salah satu pelopor pendidikan berstandar internasional di daerah, sekaligus mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai kebangsaan.(*)