KUDUS, Kaifanews — Upaya percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Hal itu terlihat dalam kegiatan video conference (vicon) bersama Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita yang digelar di lokasi pembangunan KDMP Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (3/3/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rapat koordinasi evaluasi pembangunan KDMP tersebut melibatkan sejumlah kementerian, lembaga terkait, serta pihak PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai mitra pendukung program penguatan ekonomi desa.

Kegiatan yang dipimpin langsung jajaran TNI itu berada di bawah penanggung jawab Danramil 07/Dawe, Heru Cahyono, dengan diikuti sekitar 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga para kepala desa se-Kecamatan Dawe.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0722/Kudus Yuusufa Allan Andriasie, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Famny Dwi Arfana, Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi, Kapolsek Dawe Budiyanto, Sekretaris Kecamatan Dawe M. Shofyan, para kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Koramil 07/Dawe.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wakil Panglima TNI menekankan pentingnya percepatan pembangunan KDMP sebagai bagian dari penguatan ketahanan ekonomi desa.

“Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri digagas untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha berbasis desa,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa melalui evaluasi langsung bersama dan kementerian terkait, pembangunan KDMP kini ditargetkan bisa segera terwujud.

“Pembangunan KDMP di berbagai wilayah, khususnya di Desa Puyoh ini telah memasuki tahap percepatan penyelesaian sekaligus memastikan kesiapan operasional koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa di wilayah Kecamatan Dawe,” paparnya.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada progres fisik pembangunan tetapi juga aspek kualitas dan kebermanfaatan jangka panjang.

“Kami melakukan koreksi dan evaluasi bersama terkait percepatan progres pembangunan, termasuk estetika bangunan, kerapian lingkungan, serta pemilihan lokasi yang strategis agar koperasi benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat desa menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan KDMP.

Kehadiran aparat teritorial di lapangan diharapkan mampu memastikan program berjalan sesuai target waktu dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Selain evaluasi teknis, kegiatan vicon juga menjadi ruang koordinasi lintas sektor guna menyamakan persepsi antarinstansi terkait pelaksanaan program nasional tersebut,” jelasnya.

Pemerintah pusat berharap pembangunan KDMP tidak hanya selesai secara fisik, tetapi mampu beroperasi optimal dan memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.

Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi menambahkan, keberadaan KDMP di Desa Puyoh diharapkan menjadi percontohan pengembangan koperasi modern berbasis desa di Kabupaten Kudus.

“Program ini menjadi peluang besar bagi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha bersama yang profesional dan berkelanjutan,” paparnya. (*)